Menurutnya itu tugas Bappeda yang seharusnya memberikan ruang investasi. Dan Itu juga kedepannya menjadi pendapatan daerah.
“Kalau di provinsi lain sudah ada. Bahkan sampai Papua. Papua kemarin pengembangan kawasan industri pangan terintegrasi itu sekitar 500 hektar, karena lahannya sudah disiapkan sehingga investor berebut. Dan memang rata-rata kawasan-kawasan investasi itu akan mampu menumbuhkan investasi,” tutur Bambang.
Bambang mengaku, selama ini kawasan di Malut adalah kawasan yang dikembangkan oleh pelaku usaha sendiri, sehingga itulah kenapa tidak memberikan efek bagi pertumbuhan kesejahteraan masyarakat.
“Karena bukan kita yang mengembangkan, seperti misalnya kawasan industri Obi. Mereka yang kelola sendiri mereka yang mendapatkan hak mereka mereka semua kita tidak ada,” ucapnya beralasan.
Menurutnya, jika membuat kawasan industri pendukung, kawasan investasi pendukung maka bisa ditunjang. “Bukan hanya mereka yang kelola semua,” tuntas Bambang. (RS-3)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!