Weda, Maluku Utara – Pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat menuai sorotan tajam dari kalangan akademisi. Dosen Universitas Khairun Ternate, Muammil Sunan, menilai kebijakan tersebut berpotensi menghambat laju pembangunan di daerah, khususnya Halmahera Tengah (Halteng).
“Ketergantungan daerah terhadap transfer pusat masih sangat tinggi. Pemangkasan TKD jelas berdampak pada pembiayaan pembangunan, terutama lewat belanja modal. Jika belanja ini terganggu, percepatan pembangunan akan mandek,” ujar Muammil kepada Haliyora.id, Jumat (3/10/2025).
Muammil menekankan bahwa meskipun pemangkasan anggaran tidak menyentuh gaji ASN dan insentif, dampak serius tetap mengintai belanja operasional dan modal, komponen penting dalam mendukung pertumbuhan infrastruktur dan pelayanan publik.
“Pemda Halteng harus cerdas menyiasati ini. Jangan sampai belanja modal yang merupakan urat nadi pembangunan justru dikorbankan. Kalau harus dipangkas, sebaiknya cari pos anggaran lain,” tegasnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!