Ambruknya talud ini memicu sorotan publik, terutama terkait kualitas pengerjaan proyek bernilai miliaran rupiah tersebut. Selain itu, pengawasan dari pihak terkait juga ikut dipertanyakan.
Proyek ini berada di bawah tanggung jawab Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sula. Namun, Kepala Pelaksana BPBD Samsudin Ode Maniwi mengaku belum mengetahui kejadian tersebut.
“Saya kurang tahu, nanti hubungi staf,” katanya singkat saat dikonfirmasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor pelaksana, CV Gela Karya Utama, belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan. (RMT/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!