Transformasi Digital Taliabu Dimulai dari Latsar CPNS 2026, 41 Inovasi Diluncurkan

Bobong, Maluku Utara – Semangat perubahan tampak dari langkah 41 peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNSD Formasi 2026 di Kabupaten Pulau Taliabu. Secara serentak, mereka meluncurkan beragam inovasi digital yang dirancang untuk mempercepat layanan publik sekaligus mendorong transparansi birokrasi di daerah.

Bagi pemerintah daerah, kehadiran para aparatur sipil negara (ASN) muda ini bukan sekadar pelengkap struktur birokrasi. Mereka dinilai membawa solusi konkret di tengah tantangan keterbatasan daerah.

Penjabat Sekretaris Daerah Pulau Taliabu, Hayatuddin Fataruba, menyebut inovasi yang lahir dari Latsar kali ini menjadi energi baru dalam mendorong transformasi digital di wilayahnya.

“Para peserta tidak hanya menjalankan tugas pelatihan, tetapi juga menghadirkan gagasan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya melalui Kepala Dinas Kominfo Taliabu, Haruna Masuku, Minggu (29/3/2026).

Salah satu inovasi yang mencuri perhatian adalah layanan Kartu AK1 Digital Lite dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Layanan ini memudahkan pencari kerja mengurus kartu kuning secara daring, tanpa harus melalui proses manual yang memakan waktu.

BACA JUGA  BMKG Ternate: Awal Kemarau di Malut Diperkirakan Mundur

Menurut Hayatuddin, inovasi tersebut bahkan mendapat apresiasi dari tim penguji tingkat provinsi dan pembimbing dari Lembaga Administrasi Negara (LAN). “Ini menunjukkan bahwa sumber daya manusia di Taliabu mampu bersaing dan menghadirkan sistem yang lebih maju,” katanya.

Tak hanya di sektor ketenagakerjaan, inovasi juga merambah bidang pengawasan dan tata kelola pemerintahan. Inspektorat Daerah, misalnya, menghadirkan sistem pengaduan penyalahgunaan Dana BOS berbasis WhatsApp, yang memungkinkan masyarakat menyampaikan laporan secara cepat dan mudah.

Sementara itu, di sektor pengadaan, lahir aplikasi E-Monev Project By Optimus yang memungkinkan pemantauan proyek pembangunan dilakukan secara real-time. Sistem ini diharapkan dapat meminimalkan potensi keterlambatan maupun penyimpangan proyek.

Menariknya, tidak semua inovasi berbasis aplikasi kompleks. Sejumlah peserta justru memanfaatkan platform yang sudah akrab di masyarakat seperti Google Form, Google Drive, dan media sosial untuk mendukung pelaporan di Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran, hingga layanan kesehatan di RSUD Bobong dan Puskesmas Samuya.

BACA JUGA  Pemda Pulau Taliabu Targetkan Pembebasan Lahan Yonif TP Rampung Tahun Ini

Pendekatan ini dinilai lebih adaptif terhadap kondisi masyarakat sekaligus efisien dalam implementasi.

Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu melihat langkah ini sebagai bagian dari strategi besar untuk mengejar ketertinggalan sebagai daerah berkembang. Bupati Taliabu, Sashabila Mus, disebut memberikan perhatian khusus terhadap gerakan digitalisasi tersebut.

Bagi pemerintah daerah, inovasi ini tidak boleh berhenti sebagai proyek pelatihan semata. Seluruh sistem yang telah dirancang diwajibkan untuk diintegrasikan ke dalam tata kelola pemerintahan secara berkelanjutan.

Hayatuddin berharap semangat pembaharuan dari para ASN muda ini dapat terus dijaga, bahkan dikembangkan lebih jauh. “Inovasi ini harus terus hidup dan berkembang, agar benar-benar memberi dampak bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan, langkah kecil berbasis teknologi ini menjadi penanda bahwa perubahan bisa dimulai dari mana saja, bahkan dari ruang pelatihan aparatur negara. (RHM)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah