Diduga Korupsi BLT, Warga Desak Bupati Halsel Copot Kades Labuha

“Kami pertanyakan kinerja Inspektorat sebagai Lembaga Aparat pengawas internal pemerintah (APIP) dalam menjalankan tugasnya membantu Bupati melakukan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan,” timpalnya.

Selain dugaan korupsi, massa aksi juga mengungkapkan praktek jual beli lahan milik Pemkab dan praktik pengrusakan hutan mangrove yang diduga dilakukan Kades Labuha Badi Ismail. 

“Kami kantongi bukti penjualan lahan milik Pemkab dan praktik pengrusakan hutan Mangrove di Labuha, bahkan ada indikasi kejanggalan dalam pengelolaan dana BUMDes Labuha tanpa ada pertanggungjawaban,” katanya. 

BACA JUGA  Periksa Kadispora Malut, Inspektorat Perlahan Mulai Endus Proyek Bermasalah di GOR Sofifi

Rafli menyebutkan, sejumlah masalah tersebut telah dilaporkan kepada penegak hukum (Polres), tapi sangat disayangkan laporan tersebut sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya.

“Kami curiga, lembaga Inspektorat dan Polres Halsel bersikukuh melindungi Kades Labuha dari masalah yang menyeretnya. Padahal masalah yang sudah dilaporkan merupakan fakta dan aspirasi warga Labuha,” kesal Rafli.

BACA JUGA  Cerita 14 Anggota Paskibraka Pulau Taliabu, dari Uang Saku, Makanan Tak Layak, hingga Nyaris Diusir Pihak Hotel

Berikut 5 (lima) poin pernyataan sikap warga Labuha ke Bupati, Inspektorat, Polres dan Kejaksaan Negeri Labuha.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah