Bobong, Maluku Utara- Apes benar nasib ke 14 anggota Paskibraka di Kabupaten Pulau Taliabu ini. Bukannya kegirangan, belasan anggota Paskibaraka ini nyaris terlunta-lunta dan diusir menejamen hotel usai mengadakan upacara peringatan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke 77 di Pulau Taliabu. Berikut penelusuran wartawan haliyora.id, Hamsan Banapon.
Hingga kini Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu belum memberikan uang saku kepada 14 anggota Paskibraka sebesar Rp 2,5 juta per orang. Ironisnya, selain belum memberikan uang saku, ke 14 anggota Paskibraka asal Kecamatan Taliabu Utara dan Taliabu Selatan ini bahkan tidak mendapatkan jatah makanan yang layak sebagaimana saat latihan berlangsung sebelum upacara HUT RI ke 77.
Ke 14 anggota Paskibraka ini kepada Haliyora, mengaku tak tahu berbuat apa lantaran pasca puncak perayaan HUT RI, mereka tak lagi diperhatikan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga yang bertanggungjawab atas keberadaan mereka. Betapa tidak, usai upacara HUT RI itu, Kepala Dispora Pulau Taliabu, Mansu Mudo, terkesan cuek dan sama sekali tak menengok mereka.
Yang bikin miris lagi, hingga kini ke 14 anggota Paskibraka ini belum juga dipulangkan oleh pihak Dispora sehingga mereka terpaksa menginap dihotel yang disediakan Pemkab, kendati pihak hotel meminta segera mengosongkan kamar mereka pada pada Senin (22/8/2022), hari ini.
“Pada Sabtu malam pekan kemarin, kami diberikan makanan pada pukul 24.00 WIT. Selain itu pihak penginapan telah menyampaikan kepada kami bahwa penginapan akan dikosongkan. Untuk itu kami meminta Kadispora secepatnya memberikan uang saku dan mengembalikan kami, karena kami harus sekolah,” ungkap salah seorang anggota Paskibraka kepada Haliyora, Minggu (21/8/2022).
Kepada Haliyora, para anggota Paskibraka ini mengaku sebelumnya pihak Dispora Pulau Taliabu menjanjikan akan memberikan uang saku kepada mereka masing-masing sebesar Rp 2,5 juta.
Namun usai kegiatan, bagi mereka janji uang saku itu hanya pepesan kosong semata karena hingga kini janji itu tak kunjung diberikan. Parahnya lagi, ada rencana pemangkasan uang saku oleh Dispora yang semula dijanjikan Rp 2,5 juta per orang, tetiba berubah menjadi Rp 2 juta per orang untuk ke 14 anggota ini tanpa ada alasan yang jelas.
Kekecewaan 14 anggota Paskibraka ini makin memuncak setelah mengetahui bahwa mereka tidak diperlakukan adil soal uang saku ini. Bagaimana tidak, dari anggota Paskibraka, sebanyak 43 anggota lainnya asal Bobong sudah mendapatkan uang saku yang dijanjikan itu. Malah, uang saku yang didapatkan ke 43 anggota Paskibraka ini sebesar Rp 2,5 juta per orang sebagaimana janji awal.
“Sampai sekarang kami belum menerima janji dari Dispora. Padahal, janji itu sudah disampaikan sejak lama. Soal uang saku, ini sangat tidak adil, seharusnya kami dari Utara dan Selatan itu perlu penambahan untuk biaya transportasi. Kalau tidak ada anggarannya tidak perlu dijanjikan, kami sangat kecewa dengan Dispora Pulau Taliabu,” sesal para Paskibraka ini.
Menanggapi persoalan ini, Kepala Dispora Kabupaten Pulau Taliabu, Mansu Mudo, saat dikonfirmasi Haliyora, Senin (22/08/2022), berjanji bahwa pihaknya hari ini akan menyelesaikan semua keluhan mengenai uang saku itu termasuk memulangkan ke 14 anggota Paskibraka ke daerahnya masing-masing.
“Yang belum bayar itu tinggal 14 orang saja, yang lain sudah bayar semua, dan hari ini sudah dikembalikan ke tempatnya masing-masing,” cetusnya tanpa panjang lebar. (Ham-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!