Ternate, Maluku Utara- Tolak aktivitas galian C, Aliansi Pemuda Sulamadaha di Kecamatan Ternate Barat, turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi pada Rabu (06/12/2023).
Aksi ini sudah dilakukan sebanyak dua kali, namun sampai saat ini tidak ada respon dari Pemerintah Kota Ternate.
Dalam aksinya, massa menuntut agar Pemkot Ternate segera menutup aktivitas galian C di Tabanga (masih Kelurahan Sulamadaha) dan meminta segera melakukan reboisasi.
Tak hanya itu, massa juga meminta agar aparat hukum segera menangkap pemilik galian C yakni Frans Tendean serta menertibkan kendaraan pengangkut material proyek di lokasi setempat.
Koordinator aksi Indrasani mengatakan, aktivitas galian C di Tabanga sangat mengancam kelangsungan hidup warga Sulamadaha. Sebab lahan, rumah dan tempat ibadah mereka nyaris terancam digusur.
“Bukan sebatas itu, kerusakan lingkungan tersebut pun mengancam kesehatan anak dan orang tua akibat udara yang mereka hirup telah terkontaminasi dengan aktivitas galian C,” beber Indrasani.
Dia menuding, biang kerok dari persoalan ini berawal dari Frans Tendean, pemilik galian C di bawah CV Dragon. Karena yang dilakukannya adalah sebuah tindakan kejahatan yang paling besar dan tidak bisa dimaafkan.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!