Atas dasar itulah yang menjadi alasan perayaan malam takbiran ini, oleh pemuda desa Sangowo berinisiatif membuat satu lomba pawai obor keliling.
“Jadi didalam lomba pawai obor keliling ini kami libatkan hanya di lima desa di Kecamatan Morotai Timur diantaranya Sangowo induk, Sangowo Timur, Sangowo Barat, Gamlamo dan Sambiki Tua,” katanya.
Dari lima desa itu, lanjut ikfan bahwa yang menjadi peserta adalah perwakilan TPQ dan Majelis Ta’lim.
“Nah, kemudian untuk bentuk penilaiannya adalah yang pertama dari sisi kerapian, ketertiban, suara takbiran dan jelas dalam melafadkan huruf takbiran. Jadi itu yang kami nilai,” jelasnya.
Selanjutnya, Ikfan menambahkan, jika para peserta baik TPQ maupun majelis ta’lim dinilai oleh panitia kemudian memenuhi persyaratan tersebut, maka akan diberikan hadiah.
“Untuk juara 1 yakni piala dan uang 200 ribu. Juara 2 dapat piala dan uang 150 ribu. Untuk juara 3 berupa piala dan uang 100 ribu,” tuturnya.
Adapu rute pawai sendiri dimulai dari Masjid Faturrahman Desa Sangowo sampai dengan Sangowo Barat, Sangowo Timur dan titik terakhir adalah kembali ketempat semula.
Sementara itu, Camat Morotai Timur, Tamhid Bilo ketika dikonfirmasi Haliyora.id mengatakan, takbir keliling itu tradisi dari umat islam merayakan hari raya dengan suka cita.
“Jadi itu bagian dari syiar maka yang perlu diatur adalah bagaimana syiar agama itu. Yang pertama tetap sesuai dengan tuntunan agama, dan yang kedua tidak mengganggu ketertiban umum. Sehingga kalau dua-duanya bisa dijaga maka lebih aman dan damai,” ucap singkatnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!