Kalau (takbiran) pakai kendaraan tentu saling merebut, dan bahkan jalan pun ditutupi dengan banyaknya kendaraan sehingga pada takbiran Idul Fitri kali ini, kami pemuda desa Sangowo berinisiatif harus membuat hal lain.
Ikfan Pina (Ketua Panitia Pelaksana Lomba Pawai Takbiran)
Daruba, Maluku Utara– Semarak malam takbiran menyambut Idul Fitri 1 Syawal kerap diisi dengan pawai berjalan kaki atau konvoi kendaraan.
Namun bagi warga Kecamatan Morotai Timur khususnya di Desa Sangowo dan sekitarnya, perayaan malam takbiran kali ini sedikit berbeda dengan dari tahun-tahun sebelumnya.
Pasalnya, kali ini dilaksanakan dalam bentuk lomba pawai obor keliling yang diikuti oleh ratusan anak-anak dan ibu-ibu yang tergabung dari 20 TPQ dan enam majelis ta’lim.
Diketahui, lomba pawai obor keliling kali ini bakal dihadiahkan dalam bentuk piala dan uang oleh pemerintah kecamatan dan pemerintah desa Sangowo serta unsur pemuda setempat.
Lomba sekaligus pawai obor keliling ini dikawal ketat pihak kepolisian dan Satgas TNI AD Desa Sangowo.
Ketua Panitia Pelaksana lomba pawai takbiran Desa Sangowo Kecamatan Morotai Timur, Ikfan Pina kepada Haliyora.id, Jum’at (21/04/2023) mengatakan, kalau merayakan malam takbiran dengan memakai kendaraan, baik itu motor maupun sudah tentu memiliki resiko yang besar.
“Karena kalau (takbiran) pakai kendaraan tentu saling merebut, dan bahkan jalan pun ditutupi dengan banyaknya kendaraan sehingga pada takbiran Idul Fitri kali ini, kami pemuda desa Sangowo berinisiatif harus membuat hal lain begitu,” ujar Ikfan.
Ikfan bilang, takbiran merupakan hari kemenangan sebagai umat muslim pada usai menjalani ibadah puasa sebulan penuh.
“Sehingga ini sebagai satu langkah kita sebagai umat Islam untuk memeriahkannya,” ucapnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!