Kerja Bakti di Desa Nunca: Sinergi Warga, Aparat, dan Pemdes untuk Lingkungan Bersih Berkelanjutan

Bobong, Maluku Utara – Pagi di Desa Nunca, Kecamatan Taliabu Utara, Pulau Taliabu, belum sepenuhnya riuh ketika warga mulai berkumpul di tepi jalan desa, Minggu (26/4/2026). Jarum jam menunjukkan pukul 07.30 WIT, saat kerja bakti dimulai. Sebuah rutinitas yang kali ini terasa lebih terorganisir dan sarat makna.

Kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih biasa. Pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat turun bersama, menyusuri ruas jalan utama desa, memunguti sampah, memangkas rumput liar, hingga merapikan area yang selama ini luput dari perhatian. Fokusnya sederhana, yaitu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus mendukung program Indonesia Asri 2026.

Di tengah aktivitas itu, kehadiran aparat kepolisian bukan hanya simbolik. Pj Kepala Desa Nunca, Yosafat Nepo, SE, menekankan bahwa keterlibatan Bhabinkamtibmas mencerminkan sinergi yang semakin kuat antara institusi negara dan masyarakat di tingkat desa.

BACA JUGA  Polemik 13 IUP, Ketua Deprov Malut Mendadak 'Bisu', Komisi III Diapresiasi

“Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan ini merupakan wujud sinergitas antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mempererat hubungan kemitraan di wilayah binaannya,” ujar Yosafat.

Kerja bakti kemudian meluas, tidak berhenti di badan jalan. Warga bergerak ke titik-titik lain yang menjadi pusat aktivitas sosial dan spiritual. Tempat ibadah, baik gereja maupun masjid ikut dibersihkan. Begitu pula ruang-ruang publik yang menjadi denyut kehidupan desa.

Langkah ini, menurut Yosafat, bukan hanya soal estetika lingkungan, tetapi juga investasi sosial jangka panjang.

BACA JUGA  Bayar Gaji Perangkat Desa dan BPD, Pj Kades Samuya Ajak Semua Komponen Sukseskan Program PKG

“Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan,” ucap Yosep.

“Selain di areal jalan, pembersihan juga dilakukan pada tempat ibadah, Gereja dan Masjid serta tempat umum lainnya,” tambahnya.

Apa yang terjadi di Desa Nunca menunjukkan bahwa program besar seperti Indonesia Asri 2026 pada akhirnya bertumpu pada inisiatif kecil di tingkat lokal. Kerja bakti menjadi ruang perjumpaan antara warga, pemerintah, dan aparat yang tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga merawat kohesi sosial.

Di desa yang jauh dari hiruk-pikuk kota, perubahan sering kali dimulai dari hal sederhana: sapu di tangan, rumput yang dipangkas, dan kesadaran kolektif yang perlahan tumbuh. (RHM)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah