Sanana, Maluku Utara – Pekerjaan proyek pembangunan Madrasah Tsanawiyah (MTS) dan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Nurul Bahri di Desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, kembali dilanjutkan setelah sebelumnya mendapat sorotan dari publik.
Proyek yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 melalui skema Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) itu memiliki nilai cukup besar, yakni sekitar Rp 2,1 miliar untuk MIS dan Rp 2,4 miliar untuk MTS. Pelaksanaan proyek tersebut diketahui berada di bawah tanggung jawab PT Wiarabaya Nusantara Permai.
Namun, di tengah kelanjutan pekerjaan, sejumlah kejanggalan di lapangan justru memunculkan pertanyaan serius terkait kualitas pelaksanaan dan pengawasan proyek.
Salah satu temuan yang mencolok adalah kesalahan penulisan pada papan nama proyek. Nama Desa Pohea tertulis keliru menjadi “Desa Pohon”. Kekeliruan sederhana namun mendasar ini dinilai mencerminkan lemahnya kontrol mutu serta kurangnya profesionalitas dalam pengerjaan proyek.
Tidak hanya itu, keberadaan sejumlah pekerja yang mengaku sebagai “tim teknis” turut menambah tanda tanya. Saat ditemui di lokasi pada Sabtu (25/4/2026), salah seorang pekerja menyebut dirinya bagian dari tim teknis, tetapi enggan menjelaskan asal instansi yang menaunginya.
“Saya dari tim teknis,” ujarnya singkat.
“Saya tidak bisa berbicara dan itu hak saya,” tambahnya ketika dimintai keterangan lebih lanjut.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!