Sikap tertutup tersebut menimbulkan spekulasi mengenai transparansi dan akuntabilitas dalam proyek yang menggunakan anggaran negara tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pekerjaan proyek juga belum sepenuhnya rampung. Sejumlah item penting masih dalam kondisi belum selesai, di antaranya pemasangan lampu, termasuk fasilitas penerangan di kamar mandi, yang belum lengkap. Tiang bendera juga belum dipasang kembali.
Selain itu, pengecatan pintu dan lisplank belum dilakukan secara menyeluruh, sementara sebagian dinding bangunan masih belum dicat. Pekerjaan teknis lain seperti pemasangan besi untuk saluran rabat, instalasi listrik, hingga pemasangan kusen pintu dan jendela juga belum tuntas.
Kerusakan pada paving akibat aktivitas kendaraan proyek pun belum diperbaiki. Di sisi lain, pembersihan lingkungan pasca pekerjaan juga belum menunjukkan hasil yang maksimal.
Kondisi tersebut memperkuat kesan bahwa proyek dikerjakan tanpa perencanaan dan pengawasan yang matang. Bahkan, pemasangan papan nama yang tidak rapi dan keliru semakin menegaskan adanya indikasi pekerjaan yang dilakukan secara terburu-buru.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai identitas “tim teknis” yang bekerja di lapangan, serta sejauh mana progres penyelesaian proyek tersebut. (RMT/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!