Menurutnya, kegiatan ini adalah tradisi yang akan terus melekat pada kultur masyarakat. Dimana yang hadir di sini terus menjaga dan melestarikannya.
“Kita juga perlu memboboti pawai obor ini dengan semangat untuk mengagungkan nama Allah SWT dalam setiap langkah dan hembusan nafas dengan mengucap takbir tanda kemenangan,” imbuhnya.
Kata dia, jadikan nyala obor ini sebagai simbol dari bentuk semangat untuk menjadi penerang jiwa, dan sebagai ungkapan syukur serta pujian terhadap kebesaran Allah di hari fitrah.
“Di depan mata kita adalah hari raya yang agung, hari di mana kita telah bersusah payah melewati puasa sebulan lamanya,” timpalnya.
Dikatakan, lewat kesempatan ini, digunakan sebagai malam terakhir sebagai perenungan agar tetap istiqomah di hari-hari berikutnya.
“Kami juga berharap agar segala perselisihan terkait penetapan 1 Syawal bukan menjadi persoalan. Namun menjadi penambah khasanah Islamiah di Indonesia yang kaya dan majemuk. Sebab kita semua adalah umat yang dipersatukan dengan kalimat tauhid,” tutupnya. (RF-3)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!