KAT Minta Bupati Aliong Mus Copot Kadis PUPR

Bobong, Maluku Utara- Gegara tak becus mengurus pembangunan infrastruktur jalan di Taliabu, Koalisi Aktivis Taliabu (KAT) mendesak Bupati Pulau Taliabu, Aliong Mus, agar mendepak Supraidno dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten tersebut.

Mereka berdalih, selama sepuluh tahun belakangan, sejumlah pembangunan infastruktur jalan baik dalam ibu kota maupun di luar ibu kota seperti jalan penghubung Desa Baringin-Selati dan Ngele-Lede sampai saat ini tidak dapat dituntaskan oleh Supraidno.

“Kalau tidak mampu silahkan mudur dari jabatan itu. Kami minta Bapak Bupati untuk segera mencopot Kepala Dinas PUPR Supraidno dari jabatannya, karena kami menilai dirinya tidak mampu dan tidak becus dalam menjalankan tugas,” minta Asis Armin Salati, aktivis KAT saat melakukan aksi di depan kantor Bupati Pulau Taliabu, Senin (4/7/2022) tadi.

BACA JUGA  Di Sula, Istri Dihajar Suami Hingga Babak Belur

Selain meminta Supraidno dicopot dari jabatannya, para aktivis ini juga membeberkan perilaku Supraidno yang cenderung diduga memperkaya diri sendiri. Betapa tidak, sebagai seorang ASN yang memangku jabatan Kadis PUPR, kekayaan Supraidno itu dicurigai tidak wajar. Lihat saja, rumah mewah Supraidno yang berada di Kota Ternate dan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara yang bernilai miliaran rupiah. Itu belum lagi 4 unit mobil mewah yang ditaksir seharga kurang lebih Rp 4 miliar.

“Masa hanya seorang ASN sekelas kepala dinas tapi miliki rumah mewah di Ternate dan Kendari dengan harga yang mencapai miliaran rupiah. Bahkan bukan saja rumah mewah, juga ada 4 unit mobil pribadi, satu unit itu harganya mencapai Rp 1 miliar lebih,” beber Asis.

BACA JUGA  Dinkop UMKM Halmahera Utara Gencar Sosialisasi Pembentukan Koperasi Merah Putih

Para aktivis ini lantas mencurigai, kekayaan Kepala Dinas PUPR Pulau Taliabu, Supraidno bukan hasil jerih payah selama menjadi ASN atau menjabat sebagai kepala dinas melainkan diduga bersumber dari hasil yang tak wajar.

“Kami pastikan uang yang dipakai untuk bangun rumah mewah di Ternate dan Kendari serta beli mobil mewah seharga miliaran itu pasti dari hasil tak wajar,” ujarnya

Terkait hal ini, Kepala Dinas PUPR Pulau Taliabu, Supraidno, yang dikonfirmasi haliyora melalui nomor handphone tidak dapat dihubungi hingga berita ini di publish. (Ham-2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah