Ternate, Maluku Utara- Maluku Utara berpotensi sebagai salah satu daerah pengekspor hewan reptil di Indonesia. Fauna yang akan diekspor ini adalah kadal dan ular. Kawasan pasar yang akan menjadi tujuan ekspor kedua jenis reptil itu menyasar hingga pasar internasional seperti Asia Tengah dan Asia Selatan yang tingkat konsumsinya tinggi.
Kepala Bea Cukai Ternate, Sinta Dewi Arini mengatakan, daerah yang memiliki reptil tertinggi di Maluku Utara saat ini paling banyak berasal dari wilayah Obi, Kabupaten Halmahera Selatan.
“Jadi rekomendasi dari LIPI, perizinan dan penangkaran sudah ada, hanya menunggu satu surat perizinan dari karantina,” kata Sinta, Kamis (23/06/2022).
Sinta menambahkan, meskipun saat ini sektor pertambangan mendominasi ekspor di Maluku Utara, namun pihaknya terus mendorong agar sektor perikanan dan lainnya juga bisa diekspor dari pintu keluar Maluku Utara.
“Kita juga dorong terutama dari UMKM seperti halnya dengan ekspor kepiting kenari yang saat ini sudah memiliki UMKM, apalagi ditambah dengan rencana ekspor reptil, artinya, semakin banyak yang diekspor. Kalau untuk tambang, itu pendapatannya lebih besar ke Negara. Jika kita ekspor komoditi perikanan, UMKM ini bagi hasilnya masuk ke daerah kita sendiri, jadi ini yang kita dorong saat ini,” pungkasnya. (Arul-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!