Jelang Idul Adha, Harga Barito di Pasar Gosalaha Tikep Melonjak

Tidore, Maluku Utara- Jelang Idul Adha, harga Kebutuhan dapur seperti bawang, rica dan tomat (Barito) di pasar Gosalaha, Kota Tidore Kepulauan (Tikep) saat ini mengalami kenaikan yang cukup fantastis.

Kenaikan harga Barito di pasar Gosalaha dipicu karena ketersediaan stok yang dipasok dari dalam daerah maupun dari provinsi lain seperti Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan mengalami kekurangan.

“Karena stok dari luar daerah berkurang seperti rica ini ada sebagian dari Manado. Kalau stoknya kurang berarti harga juga naik,” kata Rustam, salah satu pedagang Barito yang ditemui Haliyora, Kamis (23/6/202).

Seperti yang ditemui haliyora dipasar Gosalaha, harga bawang merah saat ini naik menjadi Rp 80 ribu perkilogram dari harga sebelumnya yaitu Rp 50 ribu perkilogram, sementara untuk bawang putih masih stabil di harga Rp 50 ribu perkilogram.

BACA JUGA  Harga Barito di Pasar Tobelo Turun

“Harga bawang merah naik, sedangkan bawang putih saat ini masih stabil di harga Rp 50 ribu perkilogram,” ujar Rustam.

Untuk harga rica/cabai perkilogram sebelumnya Rp 70 ribu, naik menjadi Rp 120 ribu per kilogram. Sedangkan untuk rica/cabai kriting masih stabil pada harga Rp 50 per kilogram baik harga saat ini dan sebelumnya.

Sementara itu, untuk harga tomat saat ini di pasar Gosalaha juga mengalami kenaikan yang cukup drastis, dari sebelumnya Rp 18 per kilogram menjadi Rp 28 ribu per kilogram.

BACA JUGA  Jelang Idul Adha, Kebutuhan Dapur Mulai Melonjak

“Kalau harga tomat Rp 28 ribu per kilogram, tapi harga sebelumnya itu Rp 18 ribu per kilogram,” tambah Fadel, salah seorang pedagang Barito di pasar Gosalaha.

Kenaikan harga tomat ini juga dipicu faktor cuaca di tiga bulan terakhir. Hal ini mengakibatkan hasil panen petani menjadi rusak bahkan gagal panen. Akibatnya, pasokan hasil panen petani ke pasar juga mengalami kekurangan.

“Cuaca yang kadang panas kadang hujan, ini juga bepengaruh pada tanaman tomat jadi banyak yang rusak, sehingga pasokan kami ke pasar juga kurang. Mungkin itu yang bikin harga naik,” ungkap Hasan, salah seorang petani di wilayah Oba kepada Haliyora. (YH-2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah