Penjelasan dr. Dewi RSUD Labuha Tentang 4 Jenis Vaksin Covid-19

Halsel, Maluku Utara- Untuk membendung dan menekan penyebaran virus Corona, pemerintah di semua negara menganjurkan warga bangsanya melakukan vaksin Covid-19. 

Di Indonesia sendiri pemerintah menerapkan program pencegahan dan penanganan Covid-19 yang melalui Progam Vaksinasi.

Saat ini, selain vaksin Sinovak, ada vaksin lainnya yang memiliki fungsi untuk meningkatkan atau membentuk antibody pada tubuh orang yang disuntikkan yang diharapkan mampu melawan virus Corona.

Sebagaimana dijelaskan dokter tim vaksin RSUD Labuha,  dr. Dewi Puspitasari kepada Haliyora saat ditemui, Sabtu (25/09/2021).

Dr. Dewi menjelaskan ada empat vaksin yang masuk di Halsel saat ini, yakni Sinovac, Astrazeneca, Moderna dan Sinopham, yang khasiatnya membentuk antibodi sehingga tubuh manusia mampu melawan virus covid-19.

Khasiat empat jenis vaksin (Sinovac,Astrazeneca, Moderna, Sinopham) tujuannya untuk membentuk antibody. ”Sehingga kalau disuntikkan ke tubuh manusia mampu melawan virus covid-19,” terangnya.

Dewi juga mengatakan, emapat jenis vaksin itu aman digunakan karena manfaatnya membentuk antibodi.

“Jadi kalau disuntikkan ke tubuh manusia maka merangsang tubuh membentuk Antibodi terhadap virus Covid 19, sehingga ketika seseorang terinfeksi virus Covid-19 maka tubuh sudah lebih siap untuk menghadang (melawan). “Artinya melakukan vaksinasi akan melindungi tubuh dari serangan virus,” ujarnya..

BACA JUGA  Lantik 60 Kades Terpilih di Halsel, Ini Pesan Bupati

Ia menjelaskan, jenis Coronavac (Sinovac) yang diproduksi Sinovac research (China), adalah jenis vaksin virus Corona yang dimatikan. Sasarannya pada usia 12 tahun (dewasa, lansia dan ibu hamil). Dosisnya 0,5 ML sebanyak 2 dosis dengan rentang waktu 28 hari dengan efikasi 65,3 persen atau efek samping ringan-sedang (Nyeri lokal, bengkak, nyeri otot, demam, sakit kepala, mual).

Sedangkan Astrazeneca produsen Oxford University (Inggris). Jenis vaksin ini merupakan Adenovirus (vektor virus yg tidak bereplikasi) dengan sasaran mulai usia 18 tahun ke atas (dewasa dan Lansia) dengan dosis 0,5 ML, sebanyak 2 dosis degan rentang waktu 8-12 minggu, efikasi  62,1 persen ES atau ringan-sedang (nyeri lokal, bengkak, nyeri otot, demam, sakit kepala, mual, muntah).

Selanjutnya sambung Dewi, vaksin Moderna, produsen The National Institutes of Health (USA) adalah jenis vaksin m-RNA (pembawa RNA/genetik virus covid 19) sasaran usia 18 tahun ke atas (dewasa, Lansia, ibu hamil) dengan dosis  0,5 ml, 2 kali pemberian dengan rentang waktu 28 hari, efikasi 94,1 persen, efek samping ringan-sedang (nyeri lokal, nyeri otot, nyeri sendi, sakit kepala, menggigil, demam, mual, lemas).

BACA JUGA  Citra Unggul di PSU, Sasha Peraih Suara Terbanyak Pilkada Taliabu

Sementara jenis vaksin  Sinopham kata Dewi, adalah vaksin virus Covid-19 yang dimatikan/tidak aktif produsen China, sasaran usia 18 tahun ke atas (dewasa dan Lansia), dosis  0,5 ml sebanyak 2 dosis (2x pemberian) dengan rentang waktu 21 hari, efikasi 78 persen, efek samping ringan-sedang (nyeri lokal, kemerahan, nyeri otot, sakit kepala, diare).

“Jadi Sinovac efikasi 65,3 persen, Astrazeneca efikasi 62,1 persen, Moderna efikasi  94,1 persen dan Sinopham efikasi 78 persen. Namun efek samping yang paling berat dari semua vaksin adalah reaksi alergi berat (Anafilaksis) tetapi kasus ini sangat jarang terjadi,” paparnya.

Diitambahkan Dewi, vaksin juga aman bagi ibu hamil, sehingga disarankan ikut vaksinasi supaya bayinya juga bisa mendapatkan kekebalan bila lahir nanti. “Bagi ibu hamil dengan umur kehamilan 13 Minggu (3 Bulan) sampai umur kehamilan 33 Minggu (8 bulan) juga sudah bisa divaksinasi sehingga bayinya mendapatkan kekebalan bila lahir nanti,” pungkasnya. (Asbar-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah