Ditinggal Partai Pengusung, Iswan Hasjim Gagal ‘Pulang Kampung’

Ternate, Haliyora.com

Sukses menjadi Wakil Bupati di Kabupaten Halmahera Selatan Periode 2016-2021, Iswan Hasjim memutuskan pulang kampung (Ternate,red) untuk meneruskan kesuksesan karir politiknya lewat kontestasi Pemilihan Walikota (Pilwako) Ternate 2020.

Hasrat mengulang kesuksesanya di Halsel, awal kemunculan Iswan di arena pilwako Ternate sempat mencuri perhatian publik di kota Bahari Berkesan itu. Beberapa partai pun tertarik untuk mengusungnya. Sebut saja PAN PKS, PBB, dan Berkarya.

Dari empat partai yang membangun koalisi itu, Berkarya hadir dengn menawarkan aset. Nurlaila Armayin ditawarkan sebagai bakal calon wakil walikota pasangan Iswan. Tawaran itu diterima, maka jadilah Iswan dan Naurlaila dipaketkan.

Diusung koalisi PAN, PBB, PKS, dan Berkarya dengan total enam kursi DPRD cukup memenuhi syarat minimal 20 persen kursi parlemen sebagai calon.

BACA JUGA  Soal Rekomendasi, Bawaslu Malut Tunggu Langkah KPU

Namun seiring berlalunya waktu, satu per satu partai koalisi pengusung paket Iswan-Nurlaila menarik diri. Mula-mula PAN kemudian PBB menyusul hengkang.

Ditinggal PAN dan PBB, tinggallah PKS dan Berkarya bertahan. Tetapi perolehan kursi PKS dan Berkarya di parlemen hanya tiga, tidak mencukupi syarat minimal calon.

Bapaslon Iswan Nurlaila pun ditugaskan mencari partai pemilik kursi di DPRD untuk mencukupi 6 kursi.

Tetapi di tengah-tengah perjuangan mendapatkan partai tambahan, terjadi kisruh politik di internal Berkarya. Partai besutan Tomi Soharto cs menggelar Munaslub. Hasilnya, Kepemimpinan DPP berganti. Tomi Suharto kalah bertanding.

Tergusurnya Tomi dari pucuk pimpinan DPP Berkarya berimbas pula ke tingkat pengurus DPW Berkarya Malut, lalu segalanya berubah. Pengurus baru Berkarya memutuskan berpaling dari bapaslon Iswan-Nurlaila. Terakhir, Berkarya dengan kepengurusan barunya dikabarkan mengalihkan dukungan ke bapaslon Merlisa-Juhdi (MAJU).

BACA JUGA  Syafrudin Muchalisi Bernostalgia di Ladang Petani

Walau tinggal sndirian, PKS masih mencoba bertahan dengan satu kursi di parlemen, sambil menanti upaya Iswan berjuang menambah partai pendukung baru. Sayangnya, sampai batas waktu yang diberikan, Iswan tak kunjung menghadirkan partai pengusung baru. Sementara jadwal pendaftaran calon kepala daerah/wakil kepala daerah dimuali 4-6 September 2020. Maka PKS pun tak mampu bertahan lagi.

Di tengah kondisi itu, PKS harus cepat mengambil langkah stategis agar tidak hanya menjadi penonton di pilwako Ternate.

Dan akhirnya DPP PKS memutuskan mengalihkan dukungan ke bapaslon Marlisa-Juhdi (MAJU) menyusul Berkarya, mantan rekan setimnya yang duluan bergabung.

Dengan ditinggalkan semua partai pengusung, maka pupuslah harapan Iswan Hayim melanjutkan karir politiknya di kampung sendiri. “Iswan Gagal Pulang Kampung”. (red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah