Ternate, Maluku Utara – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Kota Ternate menemukan sejumlah persoalan dalam tata kelola layanan kesehatan, khususnya di tingkat puskesmas. Temuan ini mencuat dalam kunjungan kerja ke beberapa fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.
Ketua Pansus LKPJ, Muzakir Gamgulu, mengungkapkan adanya ketidaksesuaian antara obat-obatan dan alat kesehatan, terutama stik yang digunakan dalam pemeriksaan medis. “Kunjungan kami ke beberapa puskesmas memang menemukan sejumlah permasalahan. Di bagian farmasi, terdapat obat atau perangkat yang tidak sesuai dengan merek stik yang digunakan,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Kota Ternate, Rabu (22/4/2026).
Ia menjelaskan, dalam praktiknya sejumlah alat kesehatan mensyaratkan kesesuaian antara perangkat utama dan stik pendukung agar dapat berfungsi optimal. “Stik tersebut tidak bisa digunakan jika tidak sesuai dengan merek alatnya. Jika berbeda, maka tidak dapat dipakai,” jelasnya.
Meski demikian, keterangan berbeda disampaikan oleh pihak puskesmas. Sejumlah kepala puskesmas menyatakan bahwa obat-obatan dan alat kesehatan yang tersedia masih dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!