Sepanjang rute, panitia telah menyiapkan posko-posko untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan peserta. Sementara itu, penilaian akan didasarkan pada tiga aspek utama: kecepatan, kreativitas, dan performa terbaik.
Namun dibalik itu semua, ada nilai yang lebih dalam yakni semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi fondasi masyarakat Sula.
Bagi sebagian peserta, festival ini adalah alasan untuk pulang. Bukan sekadar kembali ke kampung halaman, tetapi juga kembali pada identitas.
Langkah demi langkah yang ditempuh selama perjalanan seolah menjadi cara untuk mengenang, merawat, dan meneruskan tradisi yang telah diwariskan lintas generasi.
Di tengah dunia yang bergerak cepat, Gabalil Haisua justru mengajak orang untuk berjalan perlahan menyusuri jejak budaya, meresapi alam, dan memperkuat ikatan sosial.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Festival Gabalil Haisua 2026 diproyeksikan menjadi salah satu perhelatan budaya paling semarak di Kepulauan Sula.
Lebih dari sekadar event, ini adalah perayaan identitas, tentang siapa masyarakat Sula, dari mana mereka berasal, dan kemana mereka akan melangkah.
Dan ketika puluhan tim mulai berjalan mengelilingi Pulau Sulabesi nanti, setiap langkah mereka akan membawa satu pesan sederhana: tradisi akan tetap hidup, selama ia terus dijalani bersama. (RMT/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!