Dari Warga Lokal hingga Perantau, Gabalil Haisua Jadi Ajang Pulang ke Akar Budaya

Sanana, Maluku Utara – Di Sanana Kabupaten Kepulauan Sula, denyut tradisi kembali terasa kian kuat. Festival budaya Gabalil Haisua, yang secara harfiah berarti “mengelilingi Tanah Sula” bukan sekadar agenda tahunan, melainkan perjalanan batin yang menghubungkan manusia dengan akar budayanya.

Pada Mei 2026 mendatang, puluhan tim akan menapaki jalan sepanjang 135 kilometer mengelilingi Pulau Sulabesi. Mereka tidak hanya berjalan kaki, tetapi juga membawa cerita, identitas, dan semangat kebersamaan.

BACA JUGA  Drop Lagi, Mantan Gubernur Malut AGK Dilarikan ke RS

Hingga awal April, sebanyak 27 tim telah memastikan keikutsertaan. Angka itu diperkirakan terus bertambah hingga batas akhir pendaftaran pada 17 April.

Ketua panitia, Faruk Bahkan, menyebut tingginya minat peserta sebagai sinyal kuat bahwa festival ini memiliki tempat khusus di hati masyarakat. “Antusiasme masyarakat luar biasa, bahkan datang dari warga Sula di perantauan,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

BACA JUGA  City Link Tunda Penerbangan ke Ternate Hingga 4 Januari 2022

Tak hanya dari dalam daerah, partisipasi juga datang dari luar wilayah. Kehadiran kelompok ibu-ibu majelis taklim dari Ternate menjadi warna tersendiri menandakan bahwa Gabalil Haisua telah melampaui batas geografis dan menjadi ruang perjumpaan lintas komunitas.

Gabalil Haisua bukan perlombaan biasa. Ia adalah perpaduan antara ketahanan fisik, kreativitas, dan kekompakan tim.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah