Tobelo, Haliyora
Ketua Forum Kepala Desa (FKD) Kecamatan Malifut, Supardi Gaus S. Pdi, merasa kesal atas unggahan camat Galela yang dinilainya melecehkan manajemen PT. NHM melalui unggahannya di media sosial
Sebelumnya Camat Galela, Muhammad Kacoa melalui akun FB-nya meminta Polda Maluku Utara agar mengontrol pihak manajemen PT. NHM yang memberikan insentif kepada camat dan kades-kades melebihi batas. Bahkan mempertanyakan apakah ini tidak termasuk gratifikasi ?
Unggahan Camat Galela selengkapnya adalah “Yang terhormat KPK dan Polda Maluku Urara agar dapat mengontrol pihak manajemen NHM diduga memberikan insentif kepada camat dan kades2 terlalu melebihi batas, apakah ini tdk termasuk gratifikasi ?, Saatnya NHM lebih fokus membangun pemberdayaan terhadap masyarakat. Santuni ibu janda/anak yatim bangun rumah layak huni itu jauh lebih penting. #kase kurang bage2 duit yg tdk bermanfaat untuk orang banyak#”
Ketua FKD, Supardi Gaus S.Pdi mengatakan, sebagai seorang pejabat, Saudara Muhammad Kacoa harusnya lebih etis dalam berbicara, apalagi diunggah melalui media sosial bernada tuduhan tanpa bukti. ”Jangan asal ngomong,” tandasnya kesal.

Menurut Supardi, sebaiknya Camat Galela itu membangun komunikasi dengan rekan-rekan Camat yang ada di lima Kecamatan lingkar tambang terlebih dahulu agar tidak terkesan asal bicara tanpa dasar.
“Unggahan Muhammad Kacoa di akun FB itu jelas-jelas telah mencemarkan nama baik managemen PT. NHM dan departemen CSR/ SP. Dia harus bertanggung jawab atas klaim-klaim yang tidak masuk akal alias bicara sabarang itu, kami para kades dan camat di lingkar tambang tidak akan tinggal diam.” tandasnya geram, Minggu (28/02/2021)
Supardi menjelaskan, terkait insentif yang NHM berikan Kepada para camat dan pemerintah desa itu tidak ada hubungannya dengan dana PPM CSR. itu murni bemberian dari pemilik Hi. Robert pribadi melalui program HAJI ROBERT peduli,
“Termasuk di dalamnya santunan anak yatim piatu, para janda, kaum duafa, lansia, kemudian bedah ruma orang miskin Sebanyak 1.000 unit di lingkar tambang, bagi-bagi alquran, injil, sarung, mukena dan lain-lain yang hampir tidak bisa dihitung satu per satu, dan semua akan direalisasi dalam waktu dekat ini.
“Sangat disayangkan apa yang telah dilakukan kacoa selaku bagian dari pemerintah Halut. Seharusnya bersyukur dan berterimakasih kepada Hi. Robert sebagai pemilik PT. NHM atas kepeduliannya terhadap masyarakat lingkar tambang, bukan malah ingin melaporkan ke KPK, dan Polda Maluku Utara,” pungkasnya. (Jae-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!