Julfikar menambahkan bahwa lubang-lubang di jalan tersebut bahkan memiliki kedalaman mencapai 5-6 cm. Kata dia, dua bulan yang lalu, para pemuda Guraping pernah mencoba menambal jalan yang rusak parah, namun karena kekurangan bahan campuran semen, hasilnya tidak bertahan lama.
“Kami sangat menyayangkan sikap Pemerintah Provinsi yang mengabaikan kerusakan jalan ini, padahal lokasinya sangat strategis, hanya 1,5 kilometer dari kantor Gubernur,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa aksi penanaman pohon ini merupakan peringatan bagi pemerintah. Jika tidak ada respons yang baik dari Pemprov, mereka akan melakukan konsolidasi dengan seluruh masyarakat Guraping untuk menggelar aksi penanaman pohon secara masif di seluruh titik jalan rusak. “Kami tidak main-main; jika belum ada langkah konkret dari Pemprov, kami siap menanam pohon yang lebih besar lagi,” tegas Julfikar.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara terkait aksi protes yang dilakukan pemuda Guraping. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!