Tanah Leluhur Bukan Komoditas, Suku Wayoli Tolak Geothermal: Kritik Pernyataan Bupati Halbar

Jailolo, Maluku Utara – Pernyataan Bupati Halmahera Barat, James Uang, terkait penerimaan masyarakat adat terhadap rencana operasional perusahaan geothermal di kawasan Talaga Rano menuai kecaman. Pengurus Biro Pemuda Wayoli Maluku Utara menilai pernyataan itu tidak hanya keliru, tetapi juga menyesatkan publik.

Ketua Biro Pemuda Wayoli, Marianto Mayau, menyebut klaim bahwa sebagian masyarakat adat telah menerima investasi geothermal sebagai hoaks. Ia menegaskan tidak pernah ada forum resmi yang dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya persetujuan masyarakat.

BACA JUGA  Tahun 2020, Satlantas Polres Halsel Tilang 1.289 Kendaraan

“Pernyataan itu tidak sesuai fakta di lapangan. Tidak ada keputusan kolektif masyarakat adat yang menyetujui kehadiran geotermal,” kata Marianto dalam keterangan tertulis, Jumat (24/4/2026)

Menurut dia, pertemuan yang sebelumnya terjadi antara delegasi perusahaan dan sejumlah pihak tidak bisa diartikan sebagai proses persetujuan. Ia menyebut pertemuan itu bersifat terbatas dan tidak mewakili sikap komunitas adat secara keseluruhan.

BACA JUGA  DPRD Desak Plh Tuntaskan Utang Pemprov Malut

Marianto juga mengkritik sikap pemerintah daerah yang dinilai membangun narasi sepihak. Ia menilai, sebagai pejabat publik, bupati seharusnya menyampaikan informasi yang akurat, bukan justru menggiring opini. “Ini bukan sekadar soal komunikasi yang keliru, tetapi berpotensi memperkeruh situasi sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah