Jailolo, Maluku Utara – Pernyataan Bupati Halmahera Barat, James Uang, terkait penerimaan masyarakat adat terhadap rencana operasional perusahaan geothermal di kawasan Talaga Rano menuai kecaman. Pengurus Biro Pemuda Wayoli Maluku Utara menilai pernyataan itu tidak hanya keliru, tetapi juga menyesatkan publik.
Ketua Biro Pemuda Wayoli, Marianto Mayau, menyebut klaim bahwa sebagian masyarakat adat telah menerima investasi geothermal sebagai hoaks. Ia menegaskan tidak pernah ada forum resmi yang dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya persetujuan masyarakat.
“Pernyataan itu tidak sesuai fakta di lapangan. Tidak ada keputusan kolektif masyarakat adat yang menyetujui kehadiran geotermal,” kata Marianto dalam keterangan tertulis, Jumat (24/4/2026)
Menurut dia, pertemuan yang sebelumnya terjadi antara delegasi perusahaan dan sejumlah pihak tidak bisa diartikan sebagai proses persetujuan. Ia menyebut pertemuan itu bersifat terbatas dan tidak mewakili sikap komunitas adat secara keseluruhan.
Marianto juga mengkritik sikap pemerintah daerah yang dinilai membangun narasi sepihak. Ia menilai, sebagai pejabat publik, bupati seharusnya menyampaikan informasi yang akurat, bukan justru menggiring opini. “Ini bukan sekadar soal komunikasi yang keliru, tetapi berpotensi memperkeruh situasi sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!