Dalam aksi tersebut, massa Samurai membawa spanduk bertuliskan “Polres Pulau Morotai Kalah dengan Mafia BBM Subsidi,” sebagai bentuk kritik keras terhadap aparat penegak hukum. Mereka menyampaikan sembilan tuntutan utama.
Pertama, selesaikan masalah BBM subsidi minyak tanah, kedua kembalikan uang pengecer yang ditipu dan penjarakan sembilan sub agen lama, ketiga copot Kapolres Pulau Morotai, keempat selesaikan masalah air bersih Desa Pandanga dan Juanga.
Kelima, selesaikan tambatan perahu nelayan Usbar Pante, keenam selesaikan jalan alternatif, BBM bongkar muat di Desa Waring, ketujuh selesaikan masalah jalan tani di 88 Desa, kedelapan tambahan kuota minyak tanah subsidi, dan terakhir, hentikan penyaluran bantuan BBM ke nelayan menggunakan sub agen, tetapi melalui desa naupun koperasi nelayan.
Di akhir aksi mereka mendesak Pemda dan Polres setempat untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap para oknum yang diduga terlibat dalam praktik mafia BBM subsidi. “Jika tak ada tindakan tegas, masyarakat akan terus jadi korban,” tegas Wahid. (RF/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!