Menurut Muhajirin, secara spesifik banyak hal yang harus dibicarakan antara legislatif dan eksekutif.
Menurut Muhajirin, sebagai anggota parlemen perlu mengetahui fungsi dan pengawasan. “Tapi faktanya kita putus dalam koordinasi dan komunikasi antara legislatif dan eksekutif.
Rupanya kita tidak saling menghargai antara eksekutif dan legislatif, orang di luar sana bingung sebenarnya DPRD ini kerjanya apa, sehingga ini menjadi catatan buat pimpinan DPRD,” sindirnya.
Muhajirin berharap, agar pimpinan DPRD mengambil ruang tata tertib untuk kita berkonsultasi dengan pemerintah daerah. Membuka ruang agar DPRD menanyakan banyak hal ke pemerintah daerah.
“Karena sudah mendekati pembahasan APBD Perubahan tapi kita tidak tahu apa yang mau dikerjakan oleh pemerintah. Mulai dari pergeseran, penyesuaian anggaran, begitu juga instruksi presiden terkait dengan efisiensi, nilainya berapa, apakah itu merubah postur APBD atau tidak, jadi tolong kita memposisikan diri dan ini mohon diperhatikan,” desaknya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!