Menanggapi soal penahanan anggaran, Sekda Maluku Utara, Samsudin A. Kadir, menegaskan Gubernur Sherly Tjoanda tak punya tendensi apa-apa menahan anggaran kegiatan dan program, mengingat kebijakan efisiensi anggaran adalah kebijakan pemerintah pusat yang menjadi instruksi utama Presiden Prabowo Subianto. “Karena ada efisiensi sehingga kita harus menahan, jadi sebenarnya tidak ada tendensi apa-apa, bukan itu,” kata Samsuddin, Selasa (25/03/2025).
Menyinggung penyerapan APBD Pemprov yang saat ini masih mentok di angka 11 persen, Samsuddin tak menampiknya. Ia justru optimis anggaran akan terserap melebihi 11 persen karena sejumlah program dan kegiatan sudah mulai berjalan.
“Sudah ada perintah untuk menjalankan beberapa kegiatan sehingga penyerapan pasti naik,” ujarnya sembari mengatakan pihaknya sudah mengadakan rapat dengan Banggar DPRD terkait program pasar murah, mudik gratis bersubsidi dan pendidikan gratis yang dicetuskan pemerintahan Sherly-Sarbin.
Terkait utang pihak ketiga lanjut Samsuddin, sebagiannya sudah masuk dalam Daftar Pengisian Anggaran (DPA), dan akan dikaji dan ditindaklanjuti.
“Kalau DPRD mengatakan utang pihak ketiga tidak akan menjadi prioritas bisa langsung tanya saja ke gubernur, agar tidak terjadi salah ucap. Soal kegiatan yang belum jalan seperti yang disoroti DPRD, pasti sudah jalan karena gubernur juga telah meminta disusun dan disampaikan ke Sekda untuk dilaksanakan,” tandasnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!