Biawak Endemik Asal Halmahera Ini Bernilai Ratusan Juta Per Ekor

Ia menyebutkan bahwa biawak lokal Halmahera ini pertama kali ditemukan oleh George R. Zug dan Istrinya Patricia di daratan Halmahera pada tahun 1980, dan sampai saat ini sudah tidak ditemukan lagi.

“Menurut informasi yang saya ketahui, pertama kali ditemukan oleh salah satu Herpetologi asal Amerika yang bernama George R. Zug dan Istrinya Patricia pada tahun 1980. Hingga saat ini sudah tidak ditemukan lagi, sehingga dikategorikan sebagai salah satu biawak dari 25 spesies yang paling dicari karena dianggap sebagai spesimen yang hilang,” tuturnya.

BACA JUGA  DPRD Desak Wali Kota Ternate Naikkan Tarif Angkutan Umum

Lanjut dia, biawak dengan corak perak pada badannya dengan sedikit terdapat warna ungu ini, keluar terakhir dari Indonesia pada tahun 1980 sebagai sampel penelitian.

“Kalau saya ke Jakarta sering ketemu sama komunitas reptil, mereka agendakan diskusi terkait hewan reptil, dan zugorum adalah salah satu spesies yang dianggap hilang menurut mereka, dan ini adalah salah satu biawak endemik Halmahera. Dari informasi yang saya temukan bersama mereka penyebaran biawak ini ada di Jailolo, Labi-labi, dan Teluk Kao,” terangnya.

BACA JUGA  Gubernur Sherly Harap Malut Punya Pabrik Olahan Siap Diekspor
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah