Yusmar mengungkapkan, strategi pembiayaan dan pemasaran hasil pertanian atau hasil produksi petani di Halteng bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan penjualan hasil produk. Strategi pembiayaan pertanian dapat dilakukan dengan meningkatkan alokasi pembiayaan untuk sektor pertanian, terutama dalam memenuhi kebutuhan para petani, baik untuk petani yang bergerak di tanaman pangan maupun hortikultura.
“Selain pembiayaan yang berasal dari pemerintah daerah Halteng, ada juga pembiayaan yang disiapkan oleh Kementerian Pertanian melalui bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR),” terangnya.
Sementara itu, strategi pemasaran produk pertanian dapat dilakukan dengan memasuki pasar lokal dan komunitas, membangun kemitraan bisnis dengan pelaku usaha lain, memanfaatkan media sosial yang dimiliki oleh masing-masing petani. “Dengan adanya media sosial yang dimiliki masing-masing petani, akan dengan sendirinya terjadi pemasaran berbasis lokasi,” ujarnya.
Yusmar mengaku akan kembali melakukan komunikasi dengan PT. IWIP untuk membicarakan kerjasama pemasaran hasil produksi para petani di Halteng. “Surat telah kami sampaikan ke PT. IWIP, dan menunggu tanggapan balik dari IWIP dalam rangka membicarakan terkait pemasaran hasil usaha tani dari petani kami di Kabupaten Halteng,” sambungnya.
Dia juga menyatakan distribusi hasil pertanian di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) ke PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) terhambat oleh sejumlah kendala teknis dan administratif. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan modal Perusahaan Daerah (Perusda) Halteng, yang berperan sebagai penghubung antara petani lokal dan PT IWIP.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!