Pengakuan Berbeda 2 Ajudan Eks Gubernur Maluku Utara Soal Aliran Uang Imran Yakub

Ramadhan mengaku tak tahu menahu kaitan uang yang dikirim tersebut. Hanya saja uang itu diminta eks gubernur AGK, yang digunakannya untuk biaya berobat di Jakarta. 

Menurutnya, sebelum itu eks gubernur AGK tak pernah berkomunikasi dengan Imran Yakub. Komunikasi itu baru dibangun AGK setelah Imran dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara.

BACA JUGA  Kasus Mami, Istri Eks Wagub Malut Kembali Diperiksa Kejati

Ramadhan mengungkapkan, saat itu yang mendampingi AGK di Jakarta adalah Wahidin Tahmid. Wahidin Tahmid juga yang memintanya untuk menemui Imran Yakub di Ternate.

Disebutkan, dalam pertemuannya dengan Imran Yakub itu, dirinya mengambil uang senilai Rp 100 ribu sebanyak 50 lembar dari dalam mobil Imran yang diparkir di pinggir jalan depan kantor Polda Maluku Utara. 

BACA JUGA  7 Desa di Halsel Dapat Penghargaan Pengelola Keuangan Terbaik

“Jadi Pak Wahidin Tahmid minta ke saya temui Imran Yakub, dan saya ketemu dengan Imran Yakub. Bertemu di depan kantor Polda Maluku Utara di pinggir jalan dalam mobil, lalu saya ambil uang Rp 100 ribu sebanyak lima puluh lembar, totalnya Rp 50 juta dan saya transfer ke rekening Wahidin Tahmid,” jelas Ramadhan. 

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah