Akselerasi Budaya Literasi Masyarakat Melalui Perpustakaan Desa

Semua buku, media, dan sumber-sumber informasi lain yang ada di perpustakaan, secara prinsip mengandung nilai-nilai pendidikan. Dengan begitu, semua jenis buku bisa dimanfaatkan untuk bahan belajar oleh masyarakat.

Ketiga, nilai praktik agama. Dalam pandangan agama, membaca merupakan salah satu hal sangat penting kedudukannya di hadapan Tuhan. Bahkan tingkatannya menjadi hal yang wajib untuk para pembelajar. Bahkan dalam konteks ibadah yang lebih luas dan bervariasi masjid dijadikan tempat atau pusat kegiatan yang tujuannya untuk kemaslahatan umat manusia. 

Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan adalah membina masyarakat untuk belajar menambah pengetahuan umum dan keagamaan berbasis membaca. Kebutuhan jamaah akan ilmu pengetahuan bisa dipenuhi dengan tersedianya sarana dan fasilitas bahan bacaan yang berkonten pengetahuan umum dan keagamaan berbasis membaca.

BACA JUGA  Disperindagkop Morotai Diduga Alihkan Izin Salah Satu Pangkalan Mitan Tanpa SK

Keempat, nilai sosial budaya. Semua perpustakaan desa yang telah dibangun, secara terbuka melayani segenap anggota masyarakat di wilayahnya, praktis tanpa dipungut biaya. Setiap orang yang ada di desa tempat perpustakaan desa tersebut berada, mereka berhak menggunakan koleksi perpustakaan sesuai dengan ketentuan yang ada. Bahkan dalam hal-hal tertentu pola pelayanan yang diberikan oleh perpustakaan desa akan bersifat proaktif. 

BACA JUGA  Soal Proyek Swakelola, DPRD Malut Agendakan Panggil Kadis PUPR Pekan Depan

Disisi lain nilai-nilai budaya bangsa masa lalu banyak tersimpan pada buku sejarah, hasil penelitian sejarawan, dan sebagian adalah naskah-naskah kuno yang disimpan dikelola oleh perpustakaan. Naskah-naskah ini diberikan kepada masyarakat luas untuk dimanfaatkan sebagai bahan dan sumber belajar, sumber informasi, dan sumber pengetahuan mengenai budaya bangsa di suatu wilayah berupa buku cetak. 

Dengan begitu, perpustakaan desa menjadi tempat yang strategis bagi berlangsungnya transformasi nilai sosial budaya antara masa lalu, masa kini sebagai bagian yang menentukan masa depan.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah