Weda, Maluku Utara – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, hingga triwulan I 2026 mencapai Rp 130 miliar atau sekitar 75 persen dari target tahunan sebesar Rp 195 miliar. Capaian ini menunjukkan kinerja pendapatan daerah yang tergolong progresif pada awal tahun anggaran.
Kepala Dinas Pendapatan Halmahera Tengah, Fitra U. Ali, mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil optimalisasi sejumlah sektor penerimaan daerah, meskipun kontribusi terbesar masih berasal dari sektor pertambangan.
“Target kami Rp 195 miliar, dan hingga triwulan pertama sudah terealisasi Rp 130 miliar. Namun, penerimaan masih didominasi sektor pertambangan,” ujar Fitra usai rapat bersama DPRD, Selasa (21/4/2026).
Kondisi ini mencerminkan bahwa struktur PAD Halmahera Tengah belum mengalami perubahan signifikan. Sektor ekstraktif, khususnya pertambangan, masih menjadi penopang utama penerimaan daerah.
Di satu sisi, tingginya kontribusi sektor tambang memberikan dampak positif terhadap percepatan capaian PAD. Namun di sisi lain, ketergantungan tersebut dinilai menyimpan risiko terhadap stabilitas fiskal daerah dalam jangka panjang.
Fluktuasi harga komoditas global, perubahan regulasi di sektor pertambangan, hingga dinamika investasi dapat memengaruhi besaran penerimaan daerah secara signifikan. Situasi ini membuat ketahanan fiskal daerah menjadi rentan jika tidak diimbangi dengan sumber pendapatan alternatif.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!