Ternate, Maluku Utara – Kelompok Nelayan Sinar Riski di Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas menyusul insiden tabrakan kapal tanker BBM dengan perahu nelayan di perairan Ternate, Maluku Utara.
Anggota kelompok nelayan, Wadi, mengatakan peristiwa tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas melaut, tetapi juga mengancam keselamatan nelayan secara langsung.
“Kami jujur sangat menyayangkan kejadian ini. Kehadiran kapal tanker BBM di area tangkap nelayan sangat mengganggu, bahkan membahayakan keselamatan kami,” kata Wadi, Minggu (19/4/2026).
Menurut dia, pihak Pertamina telah menyampaikan permohonan maaf dan memberikan ganti rugi atas kerusakan perahu. Namun, nelayan menilai langkah tersebut belum cukup untuk menyelesaikan persoalan.
“Kami berharap ada sanksi tegas terhadap pihak kapal tanker BBM. Nelayan kami sudah menjadi korban, jadi perlu ada efek jera agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!