Akselerasi Budaya Literasi Masyarakat Melalui Perpustakaan Desa

Selain kegiatan mendongeng, ada kegiatan  lain yang cukup bisa meramaikan perpustakaan desa dan keeksisannya di mata anak-anak. Sebagai salah satu tempat yang edukatif dan rekreatif, maka tidak ada salahnya jika perpustakaan desa sesekali waktu diadakan lomba mewarnai, menggambar, menulis cerita, membuat pidato, dan lain sebagainya. Dengan adanya lomba-lomba yang secara berkesinambungan dilakukan, akan menambah daya tarik anak-anak untuk datang ke perpustakaan desa.

Pertanyaan selanjutnya dari keberadaan perpustakaan desa adalah apa yang kita dapatkan dari pembangunan perpustakaan desa. Secara pragmatis mungkin dampak langsungnya tidak terasa secara kasat mata dalam jangka waktu pendek saat ini. Tapi secara substansial dan jangka panjang pasti memberi kemanfaatan yang berguna bagi membangun peradaban masyarakat di desa yang kita cintai. 

Dampak jangka panjangnya adalah proses penanaman nilai-nilai intelektualitas dan tradisi literasi yang langsung menyebar di setiap pelosok desa yang sebagian besar adalah simpul-simpul yang menggerakkan roda pemerintahan di negeri ini. Di sana akan terjadi transformasi nilai-nilai yang menjadi kewajiban kita semua dalam membangun peradaban masyarakat.

BACA JUGA  Waspada Maraknya Penculikan Anak dan Langkah Pencegahan Ortu untuk Anak-nya

Nilai-nilai yang dapat bertransformasi dari keberadaan perpustakaan desa antara lain sebagai berikut; pertama, nilai kehidupan. Setiap hari, setiap waktu, dan setiap saat manusia mencari dan menggunakan informasi serta sumber-sumber informasi untuk kepentingan hidup dan penghidupannya. Ada yang mencari melalui sumber informasi dari orang, ada yang mencari informasi dari sumber media, dan ada juga yang mencari informasi dari berbagai sumber-sumber lainnya. Proses pencarian dan penggunaan informasi dari berbagai sumber-sumber informasi itu melekat dengan perikehidupan manusia.

Kedua, nilai pendidikan. Perpustakaan mengelola jenis-jenis koleksi cetak dan non cetak yang semuanya bisa digunakan untuk belajar bagi masyarakat secara luas. Dalam proses belajar tersebut mereka bisa mengakses apapun yang mereka butuhkan dan perlukan tanpa membeda– bedakan status sosialnya. Dari manapun mereka berasal, dengan kondisi ekonomi seperti apapun mereka, anggota masyarakat bisa belajar dan mencari informasi dan sumber -sumber informasi untuk kepentingan belajar sesuai dengan kebutuhan mereka sendiri. 

BACA JUGA  Petani Kopra Menanti Sejahtera

Selain itu, perpustakaan juga menyediakan sumber-sumber informasi yang bisa mendukung kegiatan belajar sepanjang masa. Buku-buku dan sumber-sumber informasi lain hasil karya anak bangsa baik bahan tercetak maupun dalam bentuk digital atau bahan lain termasuk media digital, yang isinya mengenai bidang ilmu filsafat, psikologi, agama, ilmu-ilmu sosial, bahasa, ilmu-ilmu murni, ilmu-ilmu terapan, kesenian, kreasi, sastra, geografi, dan sejarah, dan ilmu pengetahuan lainnya berhak diakses dan dipelajari oleh siapa pun dan kapan pun mereka mau. 

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah