Meski begitu, Imran enggan beranggapan sikap ngotot Komisi IV karena mereka mempunyai kepentingan dalam proyek itu. Sebab menurutnya, semua pihak mempunyai pandangan masing-masing. Karena yang dimaksud dengan sarana dalam hal ini bangunan laboratorium harus berada di lingkungan satuan pendidikan.
“Saya tidak mau masuk ke ranah itu. Karena saya hanya bersandar ke PP Nomor 19 tersebut. Tapi kita akan berkoordinasi dengan Komisi IV. Namun, karena pembangunan LPT sudah terlanjur dibangun, kita akan tetap bayar sesuai progres pembangunannya,” tandasnya.
Sekedar informasi bahwa, proyek yang menghabiskan puluhan miliar ini terbagi atas 11 item pekerjaan, yakni pembangunan drainase LPT dengan anggaran sebesar Rp 819.967.708,91. Kemudian Pembangunan ruang aula (Auditorium) LPT sebesar Rp 3.346.087.692,73. Pembangunan ruang ibadah sebesar Rp 811.607.766,47. Pembangunan ruang laboratorium IPA, komputer, perpustakaan dan ruang teori LPT sebesar Rp 4.472.986.976,96.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!