5 Pemburu Liar Satwa Endemik di Ternate Diamankan

“Kami tidak akan tidak akan tinggal diam, kami akan terus melakukan aksi untuk mengkampanyekan kepada seluruh warga masyarakat, baik dari kampung Takome sendiri maupun orang-orang dari luar kampung,” tegasnya. 

Ibenk menegaskan akan melaporkan kasus perburuan satwa endemik ini ke pihak berwajib. Menurutnya kuskus mata biru maupun burung-burung yang ada di Pulau Tareba merupakan salah satu aset berharga di Maluku Utara, sehingga pihaknya akan terus berkolaborasi dengan semua pihak untuk menjaga dan melestarikan satwa liar dan habitatnya. 

BACA JUGA  BPK Mulai Audit Keuangan Pemkot Ternate, Sekkot Rizal ‘Warning’ OPD

“Terima kasih kepada Halmahera Wildlife Photography, BTNAL, Ketua Ahli Ikatan Geologi Indonesia Maluku Utara  dan Balai Konservasi SDA Maluku, Seksi Konservasi Wilayah I atas kerjasama dalam upaya menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati yang ada di Pulau Tareba. Mudah-mudahan dengan adanya kejadian ini dapat memberikan efek jerah bagi para pemburu satwa liar, baik yang ada di Takome maupun yang dari luar,” ujarnya. 

BACA JUGA  Pjs. Bupati Halut Tak Tahu ada ASN yang Direkomendasi Bawaslu ke KASN

Sementara Benny Aladin, dari organisasi Burung Indonesia menambahkan, kuskus mata biru adalah spesies kelompok marsupial atau hewan berkantung dalam keluarga Phalangeridae. Satwa tersebut endemik dari Pulau Ternate. 

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah