Miris, Ada Guru Honor di Sula Digaji Rp 500 Ribu Per Enam Bulan

“Sedangkan untuk di SDN Nahi, ada beberapa keluhan seperti tidak ada perpustakaan, RKB yang sudah lama namun belum juga diperbaiki, kemudian ada juga gaji guru Honda yang baru terima sampai bulan Mei, tapi 5 bulan belum juga dibayarkan Dinas Pendidikan Kepulauan Sula,” sebutnya.

Lanjutnya, untuk di SMP Nahi, Komisi II menemukan guru ASN hanya 2 orang saja begitu juga dengan P3K, kekurangan mobiler, hingga tidak ada laboratorium komputer. “Mereka punya perangkat laptop dan infokus namun tidak bisa diajarkan kepada siswa karena tidak memiliki ruangan komputer, kemudian juga ada Guru Honda yang keluhkan sudah 5 bulan gajinya belum dibayarkan Dinas Pendidikan,” tambah Ramli.

BACA JUGA  PUPR Malut Siapkan Skema Bayar Utang Masjid Raya Sofifi

Disisi lain, wakil ketua II DPRD Kepulauan Sula, Safrin Gailea berjanji akan menyampaikan laporan kunjungan komisi II DPRD disejumlah sekolah ke Dinas Pendidikan.

Dirinya berharap agar kepala sekolah baik SD maupun SMP di Sula mengsulkan kekurangan fasilitas pendukung ke Pemkab Kabupaten Kepulauan Sula sehingga kebagian jatah Dana Alokasi Khusus (DAK).

BACA JUGA  48 Persen Jalan di Malut Belum Tersentuh

“Kepala sekolah dan operator sekolah jangan lupa mengusulkan ke dinas agar menu DAK sesuai kebutuhan sekolah bisa kebagian DAK karena saat ini fisik bagunan sesuai kebutuhan sekolah itu biasa masuk dalam DAK kecuali pagar sekolah itu masuk pada menu DAU. Kemudian dari lima sekolah yang kami kunjungi memang rata-rata mengeluhkan juga adanya kekurangan guru, rata-rata guru bahasa Inggris dan bahasa daerah Sula, nah ini akan kami tidak lanjut ke Dinas Pendidikan Sula,” pungkasnya. (RSF/Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah