“Sedangkan untuk di SDN Nahi, ada beberapa keluhan seperti tidak ada perpustakaan, RKB yang sudah lama namun belum juga diperbaiki, kemudian ada juga gaji guru Honda yang baru terima sampai bulan Mei, tapi 5 bulan belum juga dibayarkan Dinas Pendidikan Kepulauan Sula,” sebutnya.
Lanjutnya, untuk di SMP Nahi, Komisi II menemukan guru ASN hanya 2 orang saja begitu juga dengan P3K, kekurangan mobiler, hingga tidak ada laboratorium komputer. “Mereka punya perangkat laptop dan infokus namun tidak bisa diajarkan kepada siswa karena tidak memiliki ruangan komputer, kemudian juga ada Guru Honda yang keluhkan sudah 5 bulan gajinya belum dibayarkan Dinas Pendidikan,” tambah Ramli.
Disisi lain, wakil ketua II DPRD Kepulauan Sula, Safrin Gailea berjanji akan menyampaikan laporan kunjungan komisi II DPRD disejumlah sekolah ke Dinas Pendidikan.
Dirinya berharap agar kepala sekolah baik SD maupun SMP di Sula mengsulkan kekurangan fasilitas pendukung ke Pemkab Kabupaten Kepulauan Sula sehingga kebagian jatah Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Kepala sekolah dan operator sekolah jangan lupa mengusulkan ke dinas agar menu DAK sesuai kebutuhan sekolah bisa kebagian DAK karena saat ini fisik bagunan sesuai kebutuhan sekolah itu biasa masuk dalam DAK kecuali pagar sekolah itu masuk pada menu DAU. Kemudian dari lima sekolah yang kami kunjungi memang rata-rata mengeluhkan juga adanya kekurangan guru, rata-rata guru bahasa Inggris dan bahasa daerah Sula, nah ini akan kami tidak lanjut ke Dinas Pendidikan Sula,” pungkasnya. (RSF/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!