Selain gaji guru honorer, Komisi II juga mendapatkan keluhan dari kepala sekolah mengenai kekurangan guru, fasilitas yang belum memadai hingga guru honorer daerah (Honda) yang dihapus namanya dari database.
“Ada kepsek mengeluhkan kekurangan guru, padahal itu juga sudah diusulkan berulang-ulangkali, kemudian ada juga guru Honda yang dihapus namanya dari data Honda. Ini terungkap saat kepsek meminta pembayaran gaji Honda ke Dinas Pendidikan,” beber Ramli.
“Di kecamatan Sanana Utara, kami berkunjung ke SD Negeri Malbufa, setelah beraudensi dengan kepseknya, itu kepsek keluhkan beberapa fasilitas bangunan yang belum dimiliki seperti ruang guru, rumah guru, MCK yang sudah diusulkan beberapa kali namun belum juga direalisasikan,” sambungnya.
Sedangkan di SD Inpres Fokalik, sambung Ramli, kepala sekolah mengeluhkan beberapa infrastruktur seperti mobiler siswa yang sudah beberapa tahun tidak diganti. Saat ini kondisi mobiler di setiap ruangan kelas sudah tidak layak lagi.
Sementara di Kecamatan Sulabesi Barat, Komisi II DPRD sejumlah persoalan, seperti di SDN Paratina, dimana sekolah tersebut mengalami kekurangan guru, buku-buku mata pelajaran.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!