Protes pemalangan sekolah ini bertujuan agar aspirasi masyarakat dapat didengar dan ditindaklanjuti bupati, kami juga minta bupati segera ganti kepsek
Salah Satu Warga
Labuha, Maluku Utara- Buntut penyelewengan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), warga Desa Ploly, Kecamatan Pulau Makian, Halmahera Selatan palang gedung kantor SDN 19 Halsel.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Haliyora.id menyebutkan, pemalangan kantor sekolah SDN 19 Halsel merupakan bentuk protes dan kekecewaan dari warga setempat akibat Kepala Sekolah SDN 19, Soleman M. Zen tidak transparan dengan pengelolaan dana BOS.
“Pak Kepsek Soleman ini malas berkantor sudah begitu ada indikasi penggelapan dana BOS, buktinya setelah pencairan dana BOS tidak pernah serahkan ke bendahara. Untuk keperluan ATK dan gaji guru honorer saja tidak dibayar, makanya setelah rapat orang tua wali murid bersama pihak sekolah kami protes dan desak Bupati segera ganti kepala sekolah,” kata Laher, salah seorang warga Desa Ploly begitu dikonfirmasi wartawan, Rabu (31/5/2023).
Selain tidak transparan dengan penggunaan dana BOS, Kepsek SDN 19 ini juga diduga memungut biaya ujian siswa kelas VI sebesar Rp 300 ribu.
Laher mewakili warga setempat meminta Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan mendengar aspirasi yang menjadi keluhan warga ini.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!