Posyandu Desa Kataga Jadi Garda Depan Pemantauan Kesehatan Ibu, Anak, dan Lansia

Bobong, Maluku Utara – Suasana hangat dan penuh kepedulian tampak di Kantor Desa Kataga, Kecamatan Tabona, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, Jumat (12/6/2026). Sejak pagi, para ibu membawa bayi dan balitanya datang untuk mengikuti kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang rutin digelar Pemerintah Desa Kataga.

Tak hanya bayi dan balita, kegiatan tersebut juga melayani pemeriksaan kesehatan bagi remaja hingga lanjut usia (lansia). Para kader posyandu bersama tenaga kesehatan dari puskesmas tampak sigap melayani warga yang datang silih berganti.

Penjabat Kepala Desa Kataga, Agusriawati Aiji, mengatakan kegiatan posyandu menjadi salah satu bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap kesehatan masyarakat.

BACA JUGA  Petugas Kebersihan Tagih Gaji 2 Bulan di Kantor Wali Kota Ternate

“Ini rutin kita laksanakan. Selain pemeriksaan bayi dan balita, kita juga lakukan pemeriksaan kesehatan remaja dan lansia,” ujar Agusriawati.

Perempuan yang akrab disapa Uci itu menjelaskan, posyandu memiliki peran penting dalam memantau tumbuh kembang anak sesuai usia, sekaligus memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga.

Menurut dia, pemeriksaan rutin akan membantu tenaga kesehatan mendeteksi lebih dini apabila terdapat gangguan pertumbuhan pada anak maupun masalah kesehatan pada lansia.

“Dengan kegiatan seperti ini, kita lebih mudah memantau kesehatan ibu, anak, maupun lansia,” katanya.

Ia juga mengaku bersyukur karena kesadaran masyarakat Desa Kataga terhadap pentingnya menjaga kesehatan terus meningkat. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya warga yang hadir dalam setiap kegiatan posyandu.

BACA JUGA  Beri Pelayanan Terbaik Kepada Warga, Kapus Nggele Fokus Koordinasi Antar Program dan Perkuat Kerjasama Tim

“Sekarang masyarakat semakin sadar pentingnya kesehatan. Banyak ibu-ibu datang membawa bayi dan balitanya untuk diperiksa,” ungkapnya.

Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan posyandu juga diisi dengan edukasi kepada para ibu mengenai pola asuh, pemenuhan gizi, hingga tanda-tanda gangguan tumbuh kembang anak.

Uci berharap kegiatan tersebut dapat terus menjadi ruang pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat desa.

“Posyandu menjadi tempat yang mudah dijangkau masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan yang dibutuhkan,” tutupnya. (RMT)

 

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah