Morotai, Maluku Utara- Sejumlah pengemudi bentor mengeluhkan terkait dengan dana Bantuan Sosial (Bansos) khusus kenaikan BBM. Para pengemudi bentor ini mengeluh karena sudah dua kali insentif tersebut tidak lagi diterima mereka.
“Waktu terima pertama itu sebesar Rp 325 ribu, tapi setelah bantuan kedua dan ketiga ini kami tidak terima lagi, karena alasan mereka bahwa harus melalui rekening bank.
Jadi mereka bilang kami harus ada punya rekening bank sendiri, tidak bisa mewakili rekening istri atau keluarga yang lain. Itu yang disampaikan mereka,” kata Charles, seorang pengemudi bentor, Jum’at (30/12/2022).
Charles menyebutkan, bentor yang beroperasi di Morotai saat ini sebanyak 400 unit, tapi yang menerima Bansos BBM itu hanya 100 unit.
“Ada puluhan pengemudi yang tiak punya rekening sendiri, Jadi, kami harus bagaimana kalau tidak ada punya rekening bank. Apakah kami yang sudah ada punya nomor Kir dan KTP tidak bisa terima lagi ataukah bagaimana, itu yang seharusnya dijelaskan oleh Dinas Perhubungan,” tanyanya.
Charles mengaku kecewa lantaran pihak-pihak terkait tidak menginformasikan lebih awal kepada mereka mengenai pembuatan buku tabungan untuk mendapatkan bantuan tahap kedua dan ketiga.
“Bukan kami tidak bisa membuat rekening pribadi tapi dari pihak instansi terkait juga dari awal tidak memberitahu kami bahwa tahapa kedua dan ketiga akan disalutkan ke rekening pribadi. Jadi teman-teman lain yang pernah terima pertama, mereka kaget karena penyalurannya bukan lagi langsung, tetapi sudah melalui rekening tabungan,” akuinya.
Kendati begitu, dirinya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai dalam hal ini dinas terkait agar kiranya mencari solusi sehingga bantuan kenaikan BBM tahap dua dan tiga bisa diterima mereka yang tidak mempunyai rekening sendiri.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Pulau Morotai,, Zulkifli Ibrahim ketika dikonfirmasi melalui via WhatsApp, enggan memberikan jawaban hingga berita ini ditayangkan. (Tir-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!