GPM Taliabu Minta Bupati Aliong Mus Mundur dari Jabatan

Bobong, Maluku Utara- Bupati Pulau Taliabu Aliong Mus terbang lagi ke Jakarta. Padahal, baru seminggu berada di Taliabu.

Pantauan haliyora.id, Bupati Aliong datang ke Taliabu pada Jum’at (08/07/2022) lalu setelah tinggalkan daerah sebulan lebih, terhitung sejak 15 Mei 2022.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pulau Taliabu, Gafarudin, mengkonfirmasi bahwa bupati ke Jakarta kali ini untuk penandatangan MoU dengan Ombudsman Pusat.

“Pak bupati ke Jakarta hari Minggu kemarin untuk penandatanganan MoU dengan Obudsman RI. Informasinya beliau balik hari ini (Selasa),” ujarnya, Selasa (19/07/2022).

Perjalanan Bupati Pulau Taliabu Aliong Mus ke luar daerah ini mendapat sorotan dari Ketua Gerakan Pemuda Marhaen (GPM) Kabupaten Pulau Taliabu, Lisman.

BACA JUGA  PDIP Haltim Polisikan Camat Wasile Timur

Lisman menyayangkan kebiasaan Bupati Pulau Taliabu, sering ke luar daerah. Padahal, sambung Lisman, saat ini kondisi masyarakat Taliabu lagi mencemaskan, karena banyak terjadi bencana alam, seperti banjir dan genangan air di mana-mana. Bahkan beberapa jembatan penghubung antar desa putus, cuaca juga masih buruk.

“Tapi Bupati Taliabu ini paling suka ke luar daerah (ke Jakarta). Dia pigi pulang begitu saja tanpa memperhatikan kondisi daerah yang sedang dalam keadaan tidak baik saat ini,” ujarnya.

Lisman menilai Bupati Taliabu seakan tidak mau tahu dan peduli terhadap masyarakatnya yang lagi susah. “Makanya kami sebut dia sebagai bupati yang tidak bertanggungjawab,” tandasnya saat ditemui haliyora, Selasa (19/07/2022).

BACA JUGA  Pengadilan Agama Ternate Bakal Dilaporkan ke Mahkamah Agung, Apa Gerangan? 

Dalam kondisi sekarang ini, lanjut Lisman, mestinya bupati selalu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman, bukan keluyuran di luar daerah dengan agenda yang tidak begitu penting dan berdampak positif terhadap daerah serta masyarakat.

“Untuk itu, kami DPC GPM Taliabu meminta Bupati Aliong Mus agar menyadari tanggungjawab pokoknya ini. Anda dipilih oleh rakyat untuk memberikan kenyamanan dan kesejahteraan, bukan berkeluyuran menggunakan uang rakyat,” cecar Lisman.

“Jika bupati tidak juga menyadari tanggungjawabnya ini, sebaiknya mundur saja dari kursi bupati,” tandasnya. (Ham-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah