Frans Manery Bantah Salah Gunakan Jabatan

  • Whatsapp

Tobelo, Haliyora.com

Bakal calon Buati petahana Halut Frans Manery, mendatangi kantor Bawaslu Halut. Frans datang memenuhi panggilan Bawaslu untuk memberikan keterangan terkait laporan dugaan penyalahgunaan wewenang, pada Rabu (16/09/20) .

Bacaan Lainnya

Didampingi empat kuasa hukumnya, Frans diperiksa selam kurang lebih tiga jam oleh Bawaslu dan Gakumdu Halut.

Ia mengatakan, dirinya datang ke bawaslu untuk menghargai lembaga pengawas pemilu itu. Bahkan dirinya mengaku tidak mengetahui siapa yang melaporkan dugaan penyalahgunaan jabatan itu sehingga dirinya dipanggil Bawaslu.

“Kehadiran saya di bawaslu menghargai panggilan mereka. Saya juga tidak tau siapa yang melapor,” ucap Frans.

Sementara, video yang beredar di media sosial dengan durasi satu menit itu, terlihat saat memberikan bantuan kepada para petani di salah satu desa di Kao Barat, Frans memberikan sambutan dengan mengingatkan kepada masyarakat bahwa dirinya akan maju lagi sebagai calon bupati Halut untuk periode kedua.

Frans diduga memanfaatkan jabatannya dan bantuan pemerintah itu sebagai alat sosialisasi diri sebagai bakal calon bupati.

Meski demikian Frans membantah tuduhan penyelewengan jabatan yang dialamatkan kepada dirinya.

“Bagaimana saya dituduh menyelewengkan jabatan. Saya ini masih bupati aktif kong. Lagi pula belum ditetapkan sebagai calon,” bantah Frans.

Terpisah, ketua Bawaslu Rafli Kamaludin menjelaskan, laporan yang disampaikan tim bapaslon Joel Wogono-Said Bajak (JOS) terkait bantuan alat tani di Kao barat, Bawaslu sendiri telah menyurat ke Frans Manery untuk klarifikasi, dimana Bupati sebagai pihak terlapor dan juga menghadirkan saksi.

“kami sudah panggil Bupati sebagai terlapor untuk klarifikasi dengan menghadirkan saksinya,”ujar Rafli.

Kata Rafli, Saksi terlapor Frans Manery sebanyak tiga orang, namu baru dua orang yang dihadirkan memberikan keterangan.

“Saksi terlapor Bupati saat ini baru dua saksi yang dihadirkan, sementara satu saksi belum dipanggil untuk didengarkan keterangannya, karena masih ada kekurangan syarat sebagai saksi. Nanti syarat sebagai saksi sudah dilengkapi pihak terlapor, baru kami panggil untuk dimintai keterangannya.

Ia menambahkan, baik pelapor maupun terlapor masing-masing memiliki tiga orang saksi.

“Jadi pelapor atas nama tim JOS juga punya tiga saksi, Terlapor atas nama Frans Manery juga punya tiga saksi,”imbuh Rafli.

Selain dugaan penyalahgunaan jabatan, Frans manery juga dilaporkan melakukan kampanye di luar jadwal serta pelanggaran administrasi.

Seperti dijelaskan ketua Bawaslu Halut, Rafli Kamaludin. Katanya, Bawaslu saat ini memeriksa dua laporan, yakni laporan terkait dugaan kampanye di luar jadwal dan pelanggaran administrasi.

“Bawaslu saat ini selain memeriksa pelapor atas bantuan di kao barat, ada juga dua kasus yang saat ini ditindaklanjuti,” ucapnya.

Dua kasus tersebut, sambung Rafli, yakni laporan terkait dugaan kampanye di luar jadwal dan laporan pelanggaran administrasi, kedua laporan tersebut Bawaslu sudah menindaklanjuti seluruh pihak, baik pelapor dan saksi pelapor maupun terlapor dan saksi terlapor.

“Bawaslu saat ini sudah mendapatkan beberapa bukti dari terlapor Frans Manery dan sudah diterima oleh bawaslu dan bukti tersebut,”sebut Rafli

Sayangnya, Rafli tidak bersedia menyebut bukti apa saja yang dimasukkan terlapor atas nama Frans Manery. (Fik-1)

Pos terkait