Ternate, Maluku Utara – Perubahan sikap politik ditunjukkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Ternate dalam merespons langkah kadernya, Nurjaya Hi. Ibrahim, yang mengungkap dugaan perjalanan dinas fiktif di lingkungan DPRD Kota Ternate. Setelah sebelumnya menjaga jarak, partai kini menyatakan dukungan penuh terhadap upaya tersebut.
Perkembangan ini menandai pergeseran penting di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas anggaran daerah. Langkah Nurjaya yang lebih dulu mendatangi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sempat memicu polemik, termasuk dari internal partainya sendiri.
Ketua DPC Gerindra Kota Ternate, Jamian Kolensusu, sebelumnya menegaskan bahwa tindakan tersebut bukan sikap resmi partai. Ia menyebut langkah itu sebagai inisiatif pribadi.
“Apa yang dilakukan oleh Nurjaya Hi. Ibrahim itu murni langkah pribadi, tidak ada koordinasi dengan partai,” kata Jamian, Selasa, 28 April lalu.
Namun dinamika politik berkembang. Setelah Nurjaya menyerahkan kuasa kepada tim hukum yang terdiri dari 24 advokat untuk mengawal dugaan kasus tersebut, arah dukungan mulai berubah. DPC Gerindra Ternate akhirnya menyatakan dukungan terbuka terhadap kadernya dalam upaya pengungkapan dugaan korupsi perjalanan dinas fiktif.
Menguatnya dukungan ini tidak lepas dari informasi bahwa langkah Nurjaya telah memperoleh restu dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra. Sinyal dari tingkat pusat mendorong konsolidasi di tubuh partai, baik di tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) maupun DPC.
Saat dikonfirmasi, Jamian menegaskan posisi organisasi yang tetap solid dan tidak berubah dalam hal keanggotaan.
“Yang jelas secara struktur partai, Nurjaya adalah anggota DPRD dari Partai Gerindra. Secara organisasi kami tetap kompak dan bersatu dalam rangka menjalin persahabatan, baik secara pribadi maupun organisasi,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!