Meski demikian, ia mengakui belum memperoleh penjelasan rinci secara langsung dari DPP terkait sikap resmi tersebut. Menurut dia, komunikasi dengan pimpinan pusat dilakukan melalui jalur struktural partai.
“Kalau respons DPP sampai saat ini secara detail saya belum tanyakan ke Ketua DPD, karena Ketua DPD yang menghadap ke DPP,” tambahnya.
Terlepas dari itu, Jamian menegaskan bahwa soliditas partai kini berada dalam satu garis dukungan terhadap langkah Nurjaya.
“Secara organisasi kami di Gerindra sangat kompak, dari tingkat kota, provinsi, sampai nasional, sangat mendukung gerakan Nurjaya,” tegas Jamian.
Dukungan politik yang menguat ini memberi legitimasi baru terhadap langkah pengungkapan dugaan perjadin fiktif di DPRD Kota Ternate. Jika sebelumnya inisiatif tersebut dipandang sebagai gerakan individual, kini ia menjadi bagian dari sikap kolektif partai.
Situasi ini sekaligus menempatkan Gerindra dalam posisi strategis sekaligus dilematis, antara menjaga konsistensi sikap internal dan merespons tekanan publik terhadap isu pemberantasan korupsi.
Di tengah dinamika tersebut, publik menanti sejauh mana dukungan politik ini akan berkontribusi pada proses pembuktian hukum. Lebih dari itu, kasus ini menjadi cermin bagi komitmen partai politik dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas di tingkat legislatif daerah. (RFN/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!