Normal Baru di Era tak Normal

  • Whatsapp

Ternate, Haliyora.com

Jumlah warga Kota Ternate yang terkonfirmasi positif Covid-19 makin hari kian meningkat. Trendnya belum menunjukan stagnan apalagi penurunan. Tempat karantina pasien Covid-19, seperti Hotel Velliya dan Hotel Dragon tidak lagi mampu menampung lonjakan pasien Covid-19. Akibatnya, sejumlah orang dengan hasil reaktif saat Rapid test harus jalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Bacaan Lainnya

Kenaikan jumlah warga Kota Ternate yang terkonfirmasi positif Corona sangat mencolok, justru terjadi pada tujuh hari pasca lebaran. Data statistik menunjukan peningkatan H+7 lebaran pada kisaran 40 persen lebih. Sementara Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Ternate melaporkan update terbaru pasien terkonfirmasi positif Covid-19 per Selasa 2 Juni 2020 tercatat 111 orang, sembuh 17 orang dan meninggal 9 orang.

Jumlah di atas diprediksi bakal bertambah, karena masih ada 242 OTG yang sebagian lakukan karantina mandiri di rumah masing-masing tanpa pengawasan dan penanganan kesehatan yang memadai. Ini dibuktikan dengan keluhan warga yang dikarantina di rumah berhari-hari tanpa perhatian pihak Gugus Tugas.

Dalam kondisi seperti itu, Pemerintah Kota Ternate mengambil keputusan untuk menerapkan “New Normal” yang katanya akan dimulai pada 5 Juni 2020.

New Normal adalah cara hidup baru di tengah pandemik covid-19. New Normal juga salah satu cara percepatan penanganan penyebaran virus berbahanya itu, akan tetapi untuk menjalankannya harus mempertimbangkan kondisi dan kesiapan daerah serta hasil riset epidemiologi.

Dikutip dari detikNews per 30 Mei 2020, Organisasi Kesehatan Dunia WHO mensyaratkan bahwa sebelum melonggarkan pembatasan menuju “the new normal”, pemerintah harus membuktikan bahwa trasmisi virus corona mampu dikendalikan. Selanjutnya, resiko penularan wabah telah diminimalkan. Selain itu, harus dipastikan kapasitas sistem kesehatan masyarakat termasuk rumah sakit harus tersedia untuk mengidentifikasi, menguji, mengisolasi, melacak kontak dan mengkarantina pasien Covid-19.

Organisasi Kesehatan Dunia itu mensyaratkan sembilan situasi sebagai barometer diterapkan New Normal di suatu negara atau daerah yakni pertama, penurunan jumlah kasus positif mencapai 50 persen selama dua pekan. Kedua, penurunan kasus ODP dan PDP lebih dari 50 persen selama dua pekan. Ketiga, penurunan jumlah kasus meninggal ODP dan PDP. Keempat, penurunan kasus positif yang dirawat di rumah sakit. Kelima, penurunan jumlah kasus ODP dan PDP yang dirawat di rumah sakit.

Selanjutnya, adanya kenaikan jumlah kasus sembuh dari kasus positif menjadi barometer keenam. Ketujuh, adanya kenaikan jumlah penyelesaian pemantauan dari kasus ODP dan PDP. Kedelapan, angka reproduktif (RO) dan angka reproduktif efektif (Rt) kurang dari satu. Dan yangterakhir atau kesembilan, jumlah pemeriksaan spesimen meningkat dalam dua pekan terakhir.

Pertanyaannya, apakah di Kota Ternate indikator sebagaimana disampaikan WHO sudah terpenuhi, sehingga Pemerintah Kota Ternate bakal menerapkan pola hidup normal baru (New Normal) dengan melonggarkan pembatasan sosial?

Sementara kondisi di lapangan menunjukkan peningkatan kasus pasien terkonfirmasi positif yang hampir tak terkendali, ratusan warga yang diduga terpapar virus corona tak lagi mampu ditampung (dikarantina) ditempat yang disediakan, sehingga terpaksa harus dikarantina mandiri di rumah masing-masing tanpa kontrol dan juga pelayanan medis yang belum memadai. Mungkin saja mereka berkeliaran kemana-mana, siapa yang tau.

Sementara itu Sekertaris Kota Ternate, Jusuf Sunya menyatakan jangan hanya melihat angka-angka, lama-lama stres sendiri, kunci utama mengendalikan wabah virus corona adalah disiplin diri.

Kalau bukan berdasarkan angka-angka, lalu apa parameter bagi Pemkot Ternate sehingga mau menerapkan New Normal pada tanggal 5 Juni mendatang? Ini bukan soal setuju atau tidak setuju, tetapi ini soal sudah layak atau belum. (Red)

Pos terkait