PKS Tetap Usung Iswan Hasjim pada Pilwako Ternate

  • Whatsapp
Ketua DPC PKS Kota Ternate, Sudarmo Taher (foto: Istimewa/google.com)

Ternate, Haliyora.com

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sejak awal sudah mengambil keputusan Iswan Hasyim dan Nurlela Armayin sebaga Calon Walikota/wakil Walikota Ternate untuk berlaga di pilwako Desember 2020.

Bacaan Lainnya

Komitmen untuk bersama Iswan-Nurlela dibuktikan dengan Rekomendasi DPP PKS untuk pasangan itu sebelum proses Pilkada serentak sempat tertunda karena pandemi Covid-19.

Hal ini dapat diketahui Haliyora.com setelah mendapat konfirmasi langsung dari Ketua DPC PKS Kota Ternate, Sudarmo Taher via telpon, Selasa petang (02-06-20)

“Rekomendasi diberikan DPP kepada Iswan Hasyim dan Nurelal Armayin jauh sebelum masa pandemi covid-19,”kata Sudarmo menkonfirmasi.

Ia menyampaikan sebelum ke Iswan dan Nurlela, DPC PKS Kota Ternate mengusulkan kaders PKS Firman Mudaffar Syah sebagai bakal calon walikota dan wakilnya ke DPP. Hanya saja DPP ingin pasangan yang juga sudah memiliki rekomendasi dari Partai lain.

“Makanya kecenderungan DPP ke Iswan Hasim-Nurlela Armayin, karena mereka telah mendapatkan rekomendasi dari partai berkarya,”ungkapnya.

Sementara terkait bantahan salah seorang fungsionaris DPD Partai Berkarya terhadap kebenaran rekomandasi yang didapatkan pasangan Iswan-Nurlela dari DPP Partai Berkarya, Sudarmo menanggapi datar.

Sampai sekarang kita masi menunggu arahan dari kandidat akan tetapi sejak rekomendasi itu keluar belum ada konsolidasi internal koalisi, dan kita masih berjalan biasa-biasa saja”

“Memang bantahan-bantahan ada pengurus partai Berkarya yang membantah mengusung Iswan Hasyim dan Nurlela Armayin, namun terlepas dari bantahan itu, memang Iswan Hasim telah mengantongi rekomendasi dan itu saya lihat sendiri, PBB juga demikian,”ungkap Sudarmo.

Meski begitu, Sudarmo mengaku sejak rekomendasi diterima Iswan-Nurlela, belum ada konsolidasi internal koalusi.

“Sampai sekarang belum ada konsolidasi internal partai koalisi. Kita masih menunggu arahan dari kandidat, dan kita masih berjalan biasa-biasa saja,”kata dia.

Sudarmo menambahkan, bahwa pihaknya menunggu perkembangan koalisi ke depan, apakah Iswan Hasyim-Nurlela Armayin memenuhi kelengkapan syarat untuk medaftarkan ke KPU minimal enam kursi atau tidak.

“PKS akan melihat perkembangan itu, karena mencari penambahan partai, sejauh ini PKS tidak dilibatkan, makanya kita berlepas diri kalau misalkan pak Iswan Hasyim melengkapi tentunya kita akan sama-sama, kalau tidak ya kita akan pisah,”tandasnya. (Ichal)

Pos terkait