Ternate, Haliyora.com
Sejak pagi hingga menjelang petang, bensin eceran jualan Aminah Rumata baru laku terjual dua botol. Itu yang dikeluhkan Aminah, penjual bensin eceran di Kota Baru ketika disambangi Haliyora.com dan membeli satu botol bensin di depotnya, Senin, 1 Juni 2020.
Wanita paruh baya itu mengatakan, sejak ada larangan orang keluar rumah serta pembatasan jam keluar malam, bensin dagangannya kurang laku terjual, ini berdampak pada pendapatannya.
Pasalnya, disamping orang jarang keluar, ia sendiri harus menutup depotnya lebih awal.
“Sebelum corona, saya biasa bajual sampe tengah malam, tapi karena sekarang pemerintah so batasi jam malam, maka habis isya saya so tutup. Siang-siang juga orang so kurang bajalang kong tong pe bensin anteru. Kalau dulu biasanya satu minggu saya jual sampe dua gelon (40 liter), sekarang satu gelon me tara habis. Hari ini mulai pagi sampai so sore ini baru laku dua botol (dua liter) tadi satu dengan ngoni beli satu ni,”cerita Aminah.
Karena dagangannya kurang laku, Aminah mengaku modal ikut terkuras untuk keperluan sehari-hari. Ia hanya pasrah dan berharap agar pandemic Covid-19 segera berakhir.
“Saya pe modal me so tapake untuk kebutuhan makan, jadi kalau corona ini masih lama, saya pe modal usaha sadiki ini akan habis,” keluhnya.
Kondisi serupa dialami Rauf, penjual bensin eceran di Mangga Dua yang sejak Minggu pagi hingga sore hari dagangannya baru laku satu botol (satu liter).
“Coba sudara lihat saja, masi banyak bensin kan yang tersusun yang belum di beli, itu mulai subuh sampai saat ini hanya 1 botol bensin yang terjual. Virus ini pengaruhnya sangat terasa sekali. Karena virus ini sehingga sebagian besar masyarakat dilrang keluar, makanya tong pe bensin tarada yang beli, pemasukan menurun drastis, terpaksa modal usaha sadiki ini tong pake makang, lama-lama habis,”keluh Rauf. (Riko)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!