Tanpa “Surat Sakti” Dilarang Masuk Halsel

  • Whatsapp
Sekretaris Gustu Covid-19 Kabupaten Halsel, Daud Djubedi.

Labuha, Haliyora.com

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) akan memperketat pintu masuk di 249 desa yang ada di wilayahnya agar tidak menerima orang dari luar. Para pelintas masuk hanya bisa melakukannya jika memiliki hasil rapid test dan Surat Keterangan Sehat dari rumah sakit atau puskesmas di daerah asal.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Gustu Covid19 Halsel, Daud Djubedi mengatakan akan menyampaikan pada seluruh kepala Desa (Kades) terkait pembatasan tersebut. Pemkab setempat melalui gugus tugas telah memperpanjang masa pembatasan sampai 5 Juni.

“Seluruh desa di Halsel yang bisa jadi pintu masuk, mulai hari ini (Rabu) kita akan Kades atau Satgas Desa dan Kecamatan mengembalikan setiap orang yang masuk dari luar ke wilayah Halsel,” tutur Daud saat diwawancarai di Posko Utama Gustu Covid-19 Halsel, Rabu (27/05/2020).

Daud menegaskan bahwa upaya memperketat pembatasan wilayah di Halsel ini diberlakukan kepada siapa saja di setiap pelabuhan masuk baik darat maupun laut. Jika ada yang bersikeras masuk tanpa mengantongi “surat sakti” tersebut, maka akan dipulangkan kembali dengan biaya sendiri.

“Untuk ASN Halsel harus bisa menunjukkan tugas, sehingga perjalanan keluar itu diketahui karena tugas daerah. Kalau keluar Halsel karena mudik atau jalan-jalan, maka belum bisa masuk Halsel,” tegas Daud.

Daud berharap, adanya ketegasan pembatasan wilayah dengan penutupan akses darat dan laut bisa menekan penyebaran covid-19 di wilayah tersebut. Bupati Halsel Bahrain Kasuba selaku ketua Gugus Tugas Halsel telah menerbitkan edaran terkait perpanjangan masa pembatasan tersebut pada 26 Mei 2020 melalui surat edaran Nomor 360/67/Satgas/V/2020 tentang Perpanjangan Pembatasan Sementara Kabupaten Halmahera Selatan. (liken)

Pos terkait