Sementara itu, terdapat pula 289 paket penyedia dalam swakelola dengan total pagu anggaran sekitar Rp 6,8 miliar.
Hairil menjelaskan, seluruh rencana pengadaan tahun anggaran 2026 yang ditayangkan melalui sistem RUP telah mencapai 100 persen dari total pagu belanja pengadaan, yakni sekitar Rp 1,7 triliun.
Menurut dia, percepatan penayangan RUP menjadi langkah strategis untuk memastikan proses pengadaan barang dan jasa di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku Utara berjalan lebih tertib, transparan, serta sesuai dengan jadwal perencanaan.
“Penayangan RUP lebih awal ini tentu membuat proses pengadaan bisa berjalan lebih efektif. Termasuk proses di masing-masing OPD dapat segera dipersiapkan sejak awal tahun anggaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan rampungnya penayangan RUP lebih cepat dari target, diharapkan proses lelang maupun pelaksanaan kegiatan di setiap OPD dapat berjalan lebih lancar sepanjang tahun anggaran 2026. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!